Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arsip

Pabrik Mobil Holden di Australia Tutup

Penutupan sebuah unit produsen mobil dari Amerika Serikat, General Motors Co, ini mengikuti langkah Toyota Motor Co dan Ford Motor Co setahun lalu.

20 Oktober 2017 | 22.56 WIB

Foto ini menunjukkan aktivitas pabrik General Motors Holden pada Kamis, 19 September 2017. Jumat, 20 Oktober 2017, pabrik ini tutup. GM Holden Ltd, anak perusahaan dari raksasa otomotif Amerika Serikat ini telah beroperasi membangun mobil di Australia sejak 1948. (General Motors Hondel via AP)
Perbesar
Foto ini menunjukkan aktivitas pabrik General Motors Holden pada Kamis, 19 September 2017. Jumat, 20 Oktober 2017, pabrik ini tutup. GM Holden Ltd, anak perusahaan dari raksasa otomotif Amerika Serikat ini telah beroperasi membangun mobil di Australia sejak 1948. (General Motors Hondel via AP)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, industri otomotif di Australia berakhir menjelang umurnya yang hampir satu abad. Hal tersebut ditandai dengan penutupan pabrik pembuatan kendaraan di sana, yaitu GM Holden Ltd.

Penutupan sebuah unit produsen mobil dari Amerika Serikat, General Motors Co, ini mengikuti langkah Toyota Motor Co dan Ford Motor Co setahun lalu. Ketiganya menutup pabrik dengan alasan mencari lokasi manufaktur yang lebih murah. Kejadian ini pun menambah tekanan pada pemerintah dengan hadirnya ribuan pekerja manufaktur yang menganggur.

Baca: Pabrik Otomotif Tutup, Penjualan Mobil di Australia Bergairah

"Akhir dari Holden adalah hari yang sangat menyedihkan bagi para pekerja dan untuk setiap orang Australia. Ini adalah akhir dari sebuah era," kata Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 20 Oktober 2017.

Pemerintah Australia pun berusaha menurunkan dampak ribuan orang yang kehilangan pekerjaan dengan menjadikan Australia Selatan sebagai pusat industri pertahanan.

Simak: Toyota Tutup Pabrik di Australia

Pemerintah berencana meningkatkan belanja pertahanan hampir US$ 23,52 miliar pada 2022.

John Camillo, Sekretaris Negara di Serikat Buruh Manufaktur Australia di Australia Selatan, mengatakan hampir 2.500 pengangguran baru membutuhkan bantuan pemerintah untuk mencari pekerjaan.

"Mereka perlu dilatih kembali untuk dapat bekerja di bidang pertahanan, pertambangan, dan kedirgantaraan karena kita akan membangun kapal," ujarnya.

BISNIS

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus