Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Arsip

Paling Populer di Dunia, Inilah Beda Kopi Arabika dengan Robusta

Kopi arabika dan robusta adalah contoh kopi paling populer di dunia. Beberapa orang mungkin bertanya-tanya apa bedanya kopi arabika dengan robusta.

1 Oktober 2021 | 17.13 WIB

Kopi drip Vietnam, kopi htam yang disajikan dengan cara disaring. Kopi robusta dan arabika Vietnam, sama-sama terkenalnya di Eropa. Foto: @nordic_coffee
Perbesar
Kopi drip Vietnam, kopi htam yang disajikan dengan cara disaring. Kopi robusta dan arabika Vietnam, sama-sama terkenalnya di Eropa. Foto: @nordic_coffee

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Kopi arabika dan robusta adalah contoh kopi paling populer di dunia. Beberapa orang mungkin bertanya-tanya apa bedanya kopi arabika dengan robusta.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo

Dilansir dari laman Coffee Affection, Jumat, 23 April 2021, kopi arabika maupun kopi robusta sebenarnya adalah bagian dari keluarga biologis yang sama meski mereka merupakan spesies tanaman kopi yang berbeda. Masing-masing kemudian dipecah menjadi varietas yang lebih spesifik.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Arabika disebut sebagai rajanya kopi karena sebagian besar kopi yang diproduksi dan didistribusikan ke seluruh dunia adalah jenis kopi ini. Organisasi Kopi Internasional bahkan memperkirakan sekitar 60 persen kopi di dunia adalah arabika. 

Mengapa peredaran arabika di pasar sangat masif? Alasannya sederhana, karena kebanyakan orang lebih menyukai rasa arabika.

Menjelaskan rasa arabika akan sedikit susah karena biji arabika yang sama ketika ditanam di dua tempat terpisah akan menghasilkan rasa yang berbeda. Tetapi, secara umum kopi arabika dianggap lebih halus dan lebih manis daripada kopi robusta. 

Meski begitu, bukan berarti kopi robusta kalah enak dan populer daripada arabika. Sebanyak 40 persen produksi kopi global adalah kopi jenis robusta.

Ada tiga alasan mengapa pangsa pasar kopi ini cukup besar. Pertama, robusta bagus digunakan dalam campuran. Rasa kopinya yang berani dan kuat bisa meningkatkan cita rasa campuran dan membuatnya jadi lebih enak.

Kedua, robusta juga baik sekali digunakan untuk espresso. Cawan suci espresso adalah crema dan robusta bagus dalam menghasilkan crema dibanding arabika. Menggunakan robusta dalam campuran espresso juga membuatnya lebih mudah untuk mengeluarkan crema yang lezat.

Ketiga, robusta lebih mudah ditanam dan diproduksi. Biji Robusta bisa lebih tahan terhadap berbagai cuaca dan penyakit. Ini membuatnya sebagai tanaman kopi favorit petani.

Perbedaan lainnya dari kopi arabika dan robusta adalah kafeinnya. Robusta memiliki kafein yang lebih rendah daripada arabika, sehingga menggunakan jenis kopi ini dalam campuran adalah cara yang bagus untuk meningkatkan jumlah kafein.

AMELIA RAHIMA SARI

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus