Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Arsip

Terapi Reparasi Otak untuk Anak dengan Gangguan Pertumbuhan

Terapi reparasi otak dilakukan dengan penguraian pada 12 pasang saraf kranial di kepala dan 33 pasang saraf spinal di tulang belakang. Cek manfaatnya.

3 April 2019 | 12.29 WIB

Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi terapi untuk anak/autisme. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Otak adalah pusat kendali untuk semua sistem di tubuh. Karena itu, terapi pada otak bisa membantu berbagai macam masalah pada tubuh.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Muha Muhaimin Latif atau Muha adalah penemu terapi reparasi otak sebagai cara untuk mengatasi masalah-masalah pada tubuh, seperti vertigo, gangguan tidur, leher dan pundak yang kaku, sakit pinggang, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, terapi ini juga bisa menjadi solusi untuk anak dengan gangguan pertumbuhan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Muha menjelaskan kalau terapi reparasi otak ini dilakukan dengan cara penguraian pada 12 pasang saraf kranial di kepala dan 33 pasang saraf spinal di tulang belakang. Terapi ini berbeda dengan pijat karena prosesnya dilakukan dengan lembut dan tanpa harus menggunakan tekanan.

“Untuk pertumbuhan, yang saya lakukan ini sangat efektif untuk anak-anak yang memiliki gangguan pertumbuhan,” tutur Muha di Jakarta Selatan, Senin, 1 April 2019.

Muha menjelaskan kalau sebenarnya terapi ini paling efektif bila dilakukan oleh orang tua. Dia menjelaskan kalau orang tua sebenarnya memiliki naluri untuk menyembuhkan anak dari berbagai penyakit. Muha percaya kalau penguraian yang lembut ini bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu anak-anak yang memiliki gangguan pertumbuhan.

“Proses pemijatan ala Muha itu yang paling efektif mengerjakannya adalah orang tua sendiri. Kalau menurut saya, orang tua sebaiknya belajar caranya,” lanjut Muha.

Belajar melakukan terapi reparasi otak ini hanya membutuhkan waktu 2 jam mengikuti kelas seminar dari Muha. Dia sendiri belajar mengenai terapi ini dari berbagai buku anatomi dan biologi. Muha juga belajar dari pasien-pasiennya selama 17 tahun.

Walaupun tidak memiliki latar belakang medis, Muha mengingatkan kalau terapi ini sangat aman untuk dilakukan pada anak-anak karena prosesnya yang sangat lembut. Muha juga sudah mendapatkan izin praktek dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan mendapat testimonial dari beberapa figur publik, seperti penyanyi Chicha Koeswoyo dan Marcell Siahaan.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus