Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Logo BBC

CIA bantu Rusia gagalkan dugaan serangan ISIS terhadap katedral

Reporter

Editor

BBC

image-gnews
Iklan

Dinas rahasia AS, CIA membantu dinas keamanan Rusia menggagalkan serangan terhadap katedral Kazan St Petersburg, dengan memberikan informasi penting, kata para pemimpin AS dan Rusia.

Gedung Putih dan Kremlin mengabarkan, Presiden Vladimir Putin menelepon Donald Trump untuk menyampaikan terima kasih atas informasi itu.

Baca juga:

Serangan tersebut diduga direncanakan untuk dilakukan pada hari Sabtu lalu, kata pihak Rusia.

Pernyataan Gedung Putih mengatakan 'para teroris' ditangkap sebelum melancarkan serangan 'yang bisa membunuh banyak orang.'

Dinas rahasia Rusia FSB mengatakan telah menahan tujuh anggota sel pendukung kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS dan menyita sejumlah besar bahan peledak, senjata dan bahan bacaan ekstremis.

Baca juga:

Sel tersebut berencana melakukan serangan bunuh diri pada hari Sabtu di sebuah lembaga keagamaan dan membunuh warga, kata pernyataan FSB itu.

Dalam pernyataan hari Minggu, Kremlin menyebut bahwa saat digrebek, kelompok itu sedang mempersiapkan serangan bom terhadap katedral dan beberapa tempat umum lainnya di kota kedua terbesar Rusia itu.

Russian President Vladimir Putin (R) and US President Donald J. Trump (L) talk at a summit in Da Nang, Vietnam, (11 November 2017) EPA
Kedua pemimp[in baru saja berbicara lewat telepon Kamis lalu.

Putin mengatakan kepada Trump bahwa dinas rahasia Rusia akan pula berbagi informasi mengenai ancaman teror kepada dinas rahasia AS, tambahnya.

Badan intelijen AS, termasuk CIA, yakin bahwa Rusia berusaha mempengaruhi pemilihan presiden AS tahun lalu untuk mendukung Trump - tuduhan yang ditolak oleh kalangan Partai Republik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebuah penyelidikan sedang berlangsung terhadap kemungkinan adanya keterlibatan tim kampanye Trump dengan Rusia.

Adapun Trump sendiri menyangkal sepenuhnya tudingan kolusi dengan Rusia. Ia beberapa kali berbicara tentang pentingnya kerja sama 'secara konstruktif.'

Percakapan hari Minggu antara kedua presiden tersebut merupakan kedua kalinya kedua pemimpin berbicara dalam sepekan kemarin.

Kamis lalu mereka berbicara membahas Korea Utara dan Trump mengucapkan terima kasih kepada Putin "yang mengakui kinerja ekonomi Amerika yang kuat" dalam konferensi pers tahunannya, kata Gedung Putih.

Gedung Putih mengatakan bahwa dalam percakapan telepon hari Minggu kedua pemimpin sepakat bahwa kerja sama informasi teror itu adalah "contoh tentang hal positif yang dapat terjadi ketika negara kita bekerja sama".

Bulan April lalu, sebuah ledakan pada sistem metro di St Petersburg membunuh setidaknya 13 orang dan diyakini dilancarkan oleh para jihadis.

Kepala Dinas Rahasia Rusia FSB, Alexander Bortnikov mengatakan, sepanjang tahun 2017 mereka telah menggagalkan 18 serangan teroris,

Dalam pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita Itar-Tass, Bortnikov mengatakan bahwa gerilyawan Rusia yang kembali dari Suriah untuk bertempur bersama ISIS menimbulkan ancaman nyata bagi Rusia.

Iklan

Berita Selanjutnya

1 Januari 1970


Artikel Terkait

    Berita terkait tidak ada



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Berita terkait tidak ada