Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Logo BBC

Kuba: Partai Komunis tunjuk pemimpin baru, era Castro berakhir

Reporter

Editor

BBC

image-gnews
Iklan
Miguel Díaz-Canel and Raúl Castro Getty Images
Miguel Díaz-Canel (kiri) akan menggantikan Raúl Castro sebagai pemimpin Partai Komunis Kuba sekaligus menandai berakhirnya era Castro bersaudara.

Partai Komunis Kuba mengumumkan Miguel Díaz-Canel akan menggantikan Raúl Castro sebagai pemimpin partai tersebut sekaligus menandai berakhirnya era Castro bersaudara.

Díaz-Canel, yang pada 2018 lalu menggantikan Raul Castro sebagai presiden Kuba, sudah sejak lama digadang-gadang bakal menyandang jabatan pemimpin partai.

Baca Juga:

Ketika hal itu terealisasi, untuk pertama kalinya sejak revolusi pada 1959, Kuba praktis tak lagi dipimpin Fidel atau Raul Castro.

Berbicara pada Jumat (16/04), ketika Díaz-Canel belum secara resmi menjabat sekretaris pertama Partai Komunis Kuba, Raúl Castro mengatakan bahwa dirinya akan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada generasi muda "yang penuh hasrat dan semangat anti-imperialis".

Baca juga:

castro AFP
Dalam pidatonya, Raúl Castro mengatakan "dialog yang terhormat" dengan Amerika Serikat mungkin terjadi.

Siapa Miguel Díaz-Canel?

Baca Juga:

Díaz-Canel, yang berusia 60 tahun, tak bisa dianggap muda. Namun, usianya 30 tahun di bawah usia Castro.

Meskipun dia dilahirkan setelah Revolusi Kuba, dia dipandang sebagai sosok yang setia kepada Castro bersaudara dan model ekonomi mereka.

Dia memulai karier politiknya pada usia 20 tahunan, sebagai anggota Liga Komunis Muda di Santa Clara—kota yang memiliki mausoleum Che Guevara, sahabat Castro bersaudara dalam Revolusi Kuba.

Díaz-Canel membangun kariernya sebagai kader Partai Komunis Kuba hingga menjadi menteri pendidikan tinggi pada 2009.

Pada 2013, dia menjadi wakil ketua dewan negara yang punya pengaruh besar. Selang lima tahun kemudian, dia terpilih sebagai presiden Kuba oleh Majelis Nasional dengan perolehan 99,83% suara.

Di bawah kepemimpinan Díaz-Canel, Kuba mempertahankan hubungan dengan Korea Utara, China, Rusia, Bolivia, dan Venezuela.

Dan walaupun dia berikrar melindungi kedaulatan Kuba dan idealisme Castro, dia menghadapi krisis ekonomi paling serius dalam beberapa dekade terakhir.

Ekonomi Kuba menciut 11% tahun lalu ketika negara itu dilanda pandemi Covid-19 serta beragam sanksi keuangan yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat ketika Donald Trump berkuasa.

Mengapa ini penting?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lebih dari enam dekade, Kuba dipimpin oleh Castro bersaudara. Peralihan kekuasaan ke orang lain menandai berakhirnya sebuah era.

Fidel Castro menjadi presiden pada 1959 melalui revolusi yang menggulingkan penguasa otoriter, Jenderal Fulgencio Batista. Fidel jatuh sakit pada 2006 dan dua tahun kemudian menyerahkan kekuasaan secara formal ke adiknya, Raul.

Fidel meninggal pada 2016, namun Raul meneruskan kekuasaan di pulau tersebut.

Baru pada 2018 lalu, Raul menyerahkan jabatan presiden kepada Miguel Díaz-Canel.


Jejak rekam Castro bersaudara

Raul Castro dilahirkan pada 3 Juni 1931. Setelah mengenyam pendidikan di sebuah sekolah Katolik ordo Yesuit di Havana, Raul menekuni studi ekonomi di universitas ibu kota negara tersebut. Saat berstatus mahasiswa itulah Raul bergabung dengan kelompok pemuda komunis.

Pada 1953, dia bahu-membahu bersama abangnya, Fidel, dalam menyerang barak militer Moncada di Santiago de Cuba guna melengserkan Jenderal Fulgencio Batista.

(L-R) Raul Castro and Ernesto (Che) Guevara. Getty Images
Raúl Castro dan Che Guevara pertama kali bertemu di Meksiko.

Raul dihukum penjara selama 13 tahun, namun diberikan amnesti pada 1955. Dia kemudian mengasingkan diri ke Meksiko.

Di sana dia berteman dengan pria asal Argentina bernama Ernesto "Che" Guevara, lantas mengenalkannya kepada Fidel.

kuba Getty Images
Foto tahun 1959 ini menampilkan Raúl Castro (paling kiri) bersama sejumlah tokoh revolusi Kuba, termasuk Ernesto "Che" Guevara (ketiga dari kiri)

Raúl Castro kembali ke Kuba pada Desember 1956 dengan menumpang kapal Granma bersama teman-teman Fidel yang tergabung dalam kelompok eksil bernama Gerakan Revolusi 26 Juli.

Mereka melancarkan perang gerilya dari pegunungan Sierra Maestra hingga menggulingkan pemerintahan Jenderal Batista. Sang jenderal kabur dari Kuba.

kuba Ullstein Bild
Raúl Castro bersama istrinya wife (kanan) dan Che Guevara (kiri) pada 1964.

Fidel Castro kemudian dilantik sebagai perdana menteri, sedangkan Raúl memimpin Pasukan Bersenjata Revolusioner—jabatan yang disandangnya hingga 2008.

kuba Getty Images
Fidel dan Raúl Castro memimpin Kuba selama enam dekade.
Iklan

Berita Selanjutnya

1 Januari 1970


Artikel Terkait

    Berita terkait tidak ada



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Berita terkait tidak ada