Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Las Vegas - Ajang pameran Consumer Electronics Show (CES) 2016 tidak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar untuk memajang hasil-hasil inovasi terbaru mereka, tapi juga oleh penyedia saluran porno.
Menggunakan headset Samsung Gear VR, seseorang akan merasakan benar-benar terlibat dengan konten dewasa dari Naughty America. Di ajang CES 2016, studio porno besar ini memamerkan beberapa di antara 26 adegan VR porno yang mereka miliki.
NA bukan satu-satunya studio VR porno, tapi ia nama terbesar yang memproduksi konten itu saat ini. VR porno adalah sudut pandang di mana gambar diambil seolah seorang pria atau wanita duduk di kursi dan menjadi subyek dari berbagai pelayanan erotis.
Penggunanya memiliki tubuh pengganti, dan dapat melihat ke atas, bawah, atau sekitar saat gambar diputar, meskipun dia tidak benar-benar berinteraksi dengan apa yang ada di gambar. Namun, ini intens.
Gambar ditampilkan dalam perspektif 180 derajat dan kedalaman tiga dimensi 3D untuk membuatnya benar-benar merasa seperti seseorang hadir di kamar-datang tepat ke aranya, dan mengajak berbicara. "Evolusi porno telah mengarah ke titik ini," kata Ian Paul, CIO Naughty America, akhir pekan lalu.
VR adalah senjata terbaru dalam pertempuran merebut pelanggan untuk membayar konten porno, meskipun banyak laman yang gratis di berbagai situs. Langganan satu bulan ke Naughty America berbiaya US$ 24,95 atau sekira Rp 347 ribu.
Paul mengatakan, high-end gamer, yang memiliki uang untuk dibelanjakan dan banyak waktu di PC mereka, mungkin menjadi pasar ideal untuk berlangganan VR porno. "Demografi game dan konten dewasa sangat mirip. Jika Anda ke game, game alasan Anda untuk mendapatkan headset, dan konten dewasa hanya lapisan atas pada kue itu."
Samsung Gear VR belum tentu platform optimal untuk VR porno. Sebuah sistem berbasis PC seperti Oculus Rift atau Vive lebih terbuka untuk konten dewasa. Untuk itu Naughty America telah memulai dengan Rift dengan mencermati solusi VR Sony.
"Kami memesan kit pengembang Vive,” kata Paul. "Kami mendukung berbagai perangkat, dan kami harus melakukannya," katanya. VR porno bakal bersaing dengan video porno yang ada saat ini. "Tergantung pada mekanisme adegan, bisa ada masalah overheating dengan telepon," kata Paul.
PCMAG | ERWIN Z. PRIMA
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini