Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Aktor laga era 90-an, George Taka meninggal pada Kamis 1 November 2018. Disebutkan kemudian penyebab kematiannya adalah serangan jantung.
Baca juga: George Taka Meninggal, Kenapa Bisa Terkena Serangan Jantung?
Serangan jantung terjadi ketika satu atau lebih arteri koroner Anda tersumbat. Seiring waktu, arteri koroner dapat mempersempit dari penumpukan berbagai zat, termasuk kolesterol (aterosklerosis). Kondisi ini, yang dikenal sebagai penyakit arteri koroner, menyebabkan sebagian besar serangan jantung.
Jika serangan jantung terjadi, segeralah mencari pertolongan. Beberapa orang menunggu terlalu lama karena mereka tidak mengenali tanda dan gejala yang penting.
Gejala serangan jantung kadang tak muncul pada setiap orang. Tapi pada beberapa orang, peringatannya bisa dikenali. Yaitu, antara lain, sakit dada nyeri bagian atas tubuh, berkeringat, mual, kelelahan, kesulitan bernapas.
Kalau hal tersebut terjadi, segeralah memanggil bantuan medis darurat. Jika Anda tidak memiliki akses ke layanan medis darurat, minta seseorang mengantar ke rumah sakit terdekat. Berkendara sendiri hanya jika tidak ada pilihan lain. Karena kondisi Anda bisa memburuk, membuat diri Anda dan orang lain berisiko.Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)
Seperti disebutkan di laman Mayoclinic, aspirin, jika direkomendasikan bisa dikonsumsi. Aspirin selama serangan jantung dapat mengurangi kerusakan jantung dengan membantu menjaga darah Anda dari terjadinya pembekuan. Hanya saja harus diperhitungkan bahwa aspirin bisa berinteraksi dengan obat lain, jadi minum aspirin selama direkomendasikan dokter atau tenaga medis.
Bantuan medis sangat penting segera dilakukan saat tanda serangan jantung mulai dirasakan. Karena jika dibiarkan bisa mengalami efek komplikasi yang terjadi.
Komplikasi sering dikaitkan dengan kerusakan yang terjadi pada jantung Anda selama serangan. Paling tidak ada 3 efek yang bisa muncul karena komplikasi tersebut.
1. Irama jantung yang tidak normal (aritmia)
Listrik "sirkuit pendek" dapat berkembang, menghasilkan ritme jantung yang tidak normal, beberapa di antaranya bisa serius, bahkan fatal.
2. Gagal jantung
Serangan dapat merusak begitu banyak jaringan jantung sehingga otot jantung yang tersisa tidak dapat memompa cukup darah keluar dari jantung Anda. Gagal jantung bisa bersifat sementara, atau bisa menjadi kondisi kronis akibat kerusakan yang luas dan permanen pada jantung Anda.
Baca juga: Begini Cara Menolong Orang yang Kena Serangan Jantung
3. Serangan jantung mendadak
Tanpa peringatan, jantung Anda berhenti karena gangguan listrik yang menyebabkan aritmia. Serangan jantung meningkatkan risiko serangan jantung mendadak, yang dapat berakibat fatal tanpa pengobatan segera.
MAYOCLINIC | HEALTHLINE
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini