Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Budaya Tionghoa dikenal kaya simbol dan tradisi. Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, ada banyak sajian yang dihidangkan. Sajian tersebut memiliki makna tersendiri.
Baca: Tahun Baru Imlek, Vihara Dharma Bhakti Ramai Hingga Tengah Malam
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Ahli kuliner, Sisca Soewitomo, mencoba menjelaskan beberapa hidangan yang biasa dihidangkan pada saat Tahun Baru Imlek. "Sajian Imlek tidak hanya dihidangkan karena cita rasanya lezat, melainkan karena makna filosofi yang terkandung di dalamnya," Sisca menjelaskan kepada Tempo dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Kue keranjang
Kue keranjang memiliki tekstur lengket karena memang dibuat dari tepung ketat. Lengket itu diartikan sebagai kerekatan hubungan keluarga. Kerekatan itu juga diharapkan senantiasa terjalin pada hari dan tahun-tahun berikutnya.
Mi
Dalam setiap perayaan Imlek, mi selalu hadir sebagai wujud harapan untuk berumur panjang. Selain panjang umur, santapan ini melambangkan kemakmuran, keberuntungan dan rezeki.Cara menyantapnya, mi tidak boleh dipotong. Jadi, mi harus disantap sampai ujung terakhir karena dipercaya bisa memperpanjang umur.
Buah
Rasa manis menandakan bahwa di tahun baru Cina selalu berbuah kemanisan untuk hubungan. Tidak sekadar dihidangkan, buah-buah segar ini lalu dihias dengan beberapa aksesoris Imlek. Apalagi buah yang disajikan untuk sembahyang.
Baca: Tahun Baru Imlek 2019, BMKG: Seluruh Jakarta Diguyur Hujan
Ikan bandeng
Ikan bandeng memiliki duri yang banyak seperti kehidupan yang dijalani manusia. Duri yang banyak itu melambangkan kehidupan yang keras. Menjalani kehidupan yang keras membutuhkan kehati-hatian, kesabaran, ketelitian. Sama halnya dengan saat menyantap ikan bandeng, butuh kehati-hatian dan ketelitian untuk mendapatkan nikmatnya daging ikan bandeng. Ketika dimasak, ekor dan kepala ikan harus tetap utuh.
Kenapa ekor dan kepala itu tidak boleh dibuang? Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, kepala dan ekor melambangkan berkah yang akan didapat di awal maupun akhir tahun baru Imlek itu.
SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA TUA | RINA ATMASARI