Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo
Hiburan

Tips Atasi Anak yang Mogok Makan

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi anak susah makan.

12 Februari 2019 | 11.12 WIB

Ilustrasi anak dan makanan. TEMPO/Yosep Arkian
Perbesar
Ilustrasi anak dan makanan. TEMPO/Yosep Arkian

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

TEMPO.CO, Jakarta - Problem orang tua sehari-hari terhadap anak dalam masa tumbuh kembang adalah susah makan. Biasanya, fase ini dimulai dengan melambatnya pertumbuhan anak dibanding sebelumnya, selera makan anak juga ikut menurun. 

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi anak susah makan. Salah satunya karena anak mulai bisa memilih lauk yang dia sukai. Seperti anak saya yang lebih suka memilih lauk favoritnya. 

Di saat saya tidak memasak lauk favoritnya, anak saya ngambek dan tidak mau makan di hari itu. Salah satu cara agar dia mau makan adalah dengan menuruti permintaannya. Namun sering juga saya tidak menuruti kemauannya karena tidak adanya stok lauk tersebut di dapur. Jadi saya membujuknya dengan cara lain agar dia tetap mau makan. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo

Anak tidak mau makan karena alasan masih tidak lapar juga bisa berarti dia memang tidak merasa lapar. Sebagai orang tua kita harus memahaminya bahwa kebutuhan asupan anak berbeda dengan orang dewasa.

Dari ukuran lambung saja sudah beda, jadi sewajarnya jika anak merasa masih belum lapar, mungkin memang benar adanya. Kita sebagai orang tua tak harus memaksanya untuk makan sesuai apa yang kita inginkan. 

Karena penanganan yang keliru dalam memaksa anak untuk makan dapat menjadikan anak semakin rewel dan menyebalkan. Seperti tidak mau mengunyah, beberapa kali di muntahkan bahkan sampai makanan di buat mainan. 

Agar anak mau makan, kita sebagai orang tua harus pandai-pandai dalam membujuk dan menciptakan suasana nyaman bagi anak saat makan. Karena kenyamanan tersebut akan membuat selera makan anak meningkat. 

Berikut tips pengalaman saya dalam mengatasi anak yang terkadang susah makan dan tidak mau menghabiskan makanannya. 

Mengundang Anak Lain untuk Makan Bersama

Ini tips yang paling ampuh dan paling sering saya praktekkan saat menyuapi anak saya makan. Bagi yang anak susah makan, mereka cenderung makan lebih banyak saat makan dengan anak sebayanya. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Mungkin seperti perasaan tidak mau kalah atau semacamnya. Anak-anak biasanya akan mengikuti anak lain saat makan, dari seberapa cepat dia mengunyah seperti ada lomba makan antara keduanya.

Selain hal tersebut, dengan membiasakan menyuapi anak orang lain untuk makan, suatu saat giliran orang lain yang akan menyuapi anak kita untuk makan. Saya sering mengalami hal ini, memang perbuatan baik yang kita lakukan suatu saat akan kembali lagi ke kita.

Menyuapi Anak Makan Sambil Bermain

Cara kedua yang juga sering saya lakukan saat menyuapi anak makan adalah dengan ikut bermain dengannya. Beberapa anak terkadang saat makan, mengunyahnya sangat lama, bahkan terkadang mediamkan mulutnya yang sudah terisi dengan makanan. 

Dengan ikut bermain dengannya, anak akan merasa nyaman dan tidak merasa tertekan saat disuapi makan. Hal ini akan membuat anak yang susah makan akan termotivasi untuk tetap makan. 

Namun kita harus sabar dalam menyuapi anak makan saat bermain, terkadang anak bermain di luar rumah dengan teman-temannya. Mereka akan lari-lari kesana kemari, namun kita tetap menunggu kesempatan untuk bisa menyuapinya hingga selesai. 

Biarkan Jika Anak Mau Makan Secara Mandiri

Jika anak ingin makan dengan caranya sendiri, biarkan saja, jangan dilarang. Karena hal tersebut juga termasuk cara agar si anak belajar dengan sendirinya.

Tapi kan entar makannya belepotan dan banyak sisa makanan yang berserakan? 

Jika lantai kotor kita tinggal membersihkannya, makannya belepotan dan bajunya kotor juga bisa di bersihkan nanti. Dengan membiarkan si anak belajar makan sendiri, justru meningkatkan selera makan si anak. 

Biarkan saja makanannya berserakan saat si anak makan sendiri, yang penting dia berselera untuk makan. Nanti, kita ajarkan bagaimana caranya agar makannya tidak berserakan, bagaimana agar makannya tidak berlepotan, kita ajari pelan-pelan tentang makan yang baik dengan cara yang menyenangkan.

Makan Nasi Dengan Lauk Snack? It’s Ok

Makan nasi pakai lauk snack (jajanan)? Ada-ada saja tingkah laku anak saya saat mau makan. Selain sering minta makan dengan lauk favoritnya, terkadang juga minta lauk pakai snack (jajanan) yang di beli di warung atau toko dekat rumah. 

Kalau bagi saya sih, asalkan anak mau makan, pakai tambahan lauk snack pun tak masalah. Namun tetap kita harus pilih-pilih juga tentang jajanan untuk anak. Anak saya biasanya minta sosis untuk tambahan lauknya, terkadang juga mie kriting seharga 500 rupiah yang ditabur di nasinya. 

Empat tips di atas sudah terbukti manjur untuk mengatasi anak saya saat sedang susah makan. Yang paling penting adalah kesabaran kita untuk terus berupaya memberi asupan gizi yang baik pada anak, namun tetap dengan cara yang menyenangkan. 

Tulisan sudah tayang di Peridiri

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus