Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie mengaku siap untuk menjalani pertandingan yang sulit saat melawan unggulan perama asal Jepang, Kento Momota, di putaran final Japan Open 2019. Kedua pemain akan berduel Ahad, 27 Juli 2019.
"Ketemu Momota, pastinya kita tahu kalau dia salah satu pemain terbaik saat ini. Saya rasa tidak akan mudah seperti sebelumnya, harapannya saya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik," tutur Jonatan Christie yang kerap disapa Jojo melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.
Meski Momota dinilai sebagai pemain yang hampir sempurna, Jojo optimistis bisa menemukan kelemahan lawannya tersebut di lapangan.
Atlet pemenang medali emas Asian Games 2018 itu mencoba menyiasati permainan lawannya dengan menonton rekaman gambar pertandingan yang sudah dilalui Momota untuk mengamati teknik atau strategi yang digunakan.
"Saya akan berusaha mencari kelemahan dia dengan lihat video pertandingan, sehingga saya sudah tahu akan menerapkan permainan seperti apa," kata Jojo.
Permainan Jojo juga mengalami perkembangan signifikan, utamanya ia menjadi lebih sabar dalam meladeni reli atau rubber game dari lawan-lawannya.
Ia mengakui bahwa perubahan pola permainannya turut membantu dalam mengecoh lawan yang masih mengira Jojo menggunakan permainan bertempo cepat.
"Kalau dibilang penampilan saya meningkat mungkin karena saya sekarang bermain lebih tenang, lebih sabar, tidak buru-buru mau mematikan lawan. Ini berdampak besar ke lawan. Mereka awalnya menunggu saya pasti buat kesalahan. Tapi sekarang saya bisa berubah untuk lebih sabar, kuat, tahan, dan berani adu reli dengan lawan," ujarnya.
Jojo berhasil melaju ke final setelah mengalahkan pebulutangkis Denmark Jan O Jargensen di semifinal dengan dua set langsung 21-14 dan 21-14.
Jojo hanya perlu 45 menit untuk menumbangkan pebulutangkis peringkat 23 dunia itu dan menyamakan skor catatan pertemuan mereka menjadi 2-2 sekaligus lolos ke final Japan Open.
"Tadi habis tanding, Jan O bilang kalau saya kuat sekali. Mungkin karena faktor usia juga, saya lebih muda dan perbedaan usia kami terpaut cukup jauh. Ini salah satu keuntungan untuk saya di pertandingan ini. Di tiga pertandingan sebelumnya dia juga main rubber gim dari lawan Lin Dan, Chou Tien Chen, sampai Rasmus Gemke. Jadi mungkin dia kelelahan, kesempatan ini saya manfaatkan," tutur Jojo.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini