Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga besar Indonesia Olimpian Association (IOA) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya legenda panahan Indonesia, Leane Suniar Manurung.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Leane mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Gatot Subroto, Jakarta, Minggu, 21 November 2021, pada 21.30 WIB. Ia menderita penyakit kanker usus sejak 2019.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
"Keluarga besar IOA menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pahlawan panahan Indonesia, dr Leane Suniar," kata Ketua IOA, Yayuk Basuki, melalui keterangan tertulisnya.
"Almarhumah adalah legenda panahan yang memiliki prestasi dan selama hidupnya terus mengabdikan dirinya dalam dunia olahraga Indonesia."
Ia menambahkan: "Semalam beliau wafat setelah tubuhnya tidak bisa menerima kemoterapi lagi."
Yayuk yang juga Wakil Ketua Umum KONI Pusat mengungkapkan Leane adalah atlet perempuan Indonesia kedua yang tampil di Olimpiade setelah Tjoeij Lin Alienilin pada Olimpiade 1972 (peringkat 37).
Rombongan IOA yang dipimpin Lingling Agustin sempat menjenguk Leane saat menjalani perawatan. "Saya dan lifter angkat besi putri Sri Indriyani OLY sempat mengunjungi dr Leane pada sore harinya," kata Lingling, mantan atlet tenis meja nasional.
Saat itu, Lingling menuturkan, Leane sedang ditemani anaknya, Louse Kartika, dokter ahli nutrisi pelatnas angkat besi. "Kami sempat berdoa untuk kesembuhannya karena kondisinya yang melemah setelah menjalani kemoterapi terakhir. Eh... malamnya, kami mendapat kabar beliau sudah tiada. Rest In Peace (RIP) dr Leane."
Saat masih aktif sebagai atlet, Leane bersama Donald Pandiangan mewakili Indonesia pada Olimpiade Montreal 1976. Kala itu, Leane meraih peringkat sembilan dengan skor 2352. Skor itu menyamai rekor dunia pada masanya. Sementara di Tanah Air, ia puluhan kali memecahkan rekor nasional.
Pensiun sebagai atlet, Leane sempat menjadi dosen Ilmu Gizi pada Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI). Pada 2018, ia didapuk sebagai Direktur Medical & Doping Control Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC).
Pada tahun yang sama, ia meraih penghargaan dari Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi). Saat ini dia tercatat sebagai salah satu Komite Dewan Etik NOC Indonesia.
Jenazah Leane Suniar Manurung akan diberangkatkan ke pemakaman keluarga di Sumatera Utara pada Kamis, 25 Novemver 2021. Sebelumnya, jenazah legenda panahan Indonesia itu akan disemayamkan di rumah duka Sentosa RSPAD Jakarta kamar K & L di lantai 2.
IRSYAN HASYIM
Baca Juga: Undian Bulu Tangkis Indonesia Open
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu