Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Olahraga

Pelatnas Karate Asian Games 2018 Antisipasi Kendala Uji Coba

Atlet karate nasional yang bakal diterjunkan ke Asian Games 2018 mengalami kendala uji coba yang diperlukan untuk memantapkan kesiapan mereka.

11 Desember 2017 | 10.11 WIB

Karateka putri Indonesia Cok Istri Agung Sanestya Rani (kanan) melepaskan tendangan ke arah karateka putri Thailand Arm Sukkiaw dalam perebutan medali emas Karate kumite -61 Kg putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, 23 Agustus 2017. Cok Istri Agung Sanestya Rani mengalahkan lawannya dengan skor telak 7-0. ANTARA/Sigid Kurniawan
Perbesar
Karateka putri Indonesia Cok Istri Agung Sanestya Rani (kanan) melepaskan tendangan ke arah karateka putri Thailand Arm Sukkiaw dalam perebutan medali emas Karate kumite -61 Kg putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia, 23 Agustus 2017. Cok Istri Agung Sanestya Rani mengalahkan lawannya dengan skor telak 7-0. ANTARA/Sigid Kurniawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Atlet-atlet karate yang dipersiapkan untuk Asian Games 2018 akan siap pada Juni nanti setelah menjalani seleksi. Namun para karateka Indonesia dikhawatirkan akan mengalami kendala uji coba.

Menurut Ketua Bidang Pembinaan Pengurus Besar Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (FORKI) Zulkarnain Purba, untuk mencapai kondisi puncak pada Asian Games nanti, atlet pelatnas karate setidaknya memerlukan lima kali uji coba.

Baca: Atlet Pelatnas Mendominasi Test Event Karate Asian Games 2018

"Diharapkan pada Juni mendatang sudah disaring 100 atlet yang tinggal kami pilih untuk diterjunkan ke Asian Games. Masalahnya, hingga delapan bulan ke depan, mereka harus bisa melakukan lima kali uji coba," kata Zulkarnain.

Permasalahannya adalah, hingga Asian Games pada Agustus mendatang, sudah tidak ada event karate besar lagi di Asia. Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi PB FORKI.

Baca: Luar Biasa! Pembukaan Asian Games 2018 Perlu Dana Rp 676,6...

"Untuk mengatasi kekurangan event, yang dapat dilakukan, ya, try out. Kalaupun try out tidak bisa dilakukan, kami akan melakukan simulasi kejuaraan dengan sesama atlet pelatnas. Pastinya kami harus bisa menjaga agar mental dan fisik karateka dapat mencapai puncaknya di Asian Games," tutur Zulkarnain.

Dia juga mengusulkan pemerintah lebih peduli terhadap atlet jika ingin target di Asian Games 2018 terpenuhi. Dia berharap pemerintah memperhatikan permasalahan atlet selain sarana pertandingan.

ARIANDONO

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus