Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Akan ada hujan meteor mulai dini hari nanti sampai 22 Oktober 2017. Suguhan lintasan meteor ini akan datang dari rasi Orion Si Pemburu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Setiap tahunnya, seperti dilansir laman langitselatan.com, hujan meteor Orionid bisa diamati sepanjang 2 Oktober-7 November. Itu terjadi ketika bumi melintasi sisa debu ekor komet 1P/Halley.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Komet Halley merupakan komet periode pendek yang bisa diamati dengan mata tanpa alat dan mendekat ke Matahari setiap 76 tahun. Terakhir kali kita bisa melihat komet Halley tahun 1986 dan baru akan tampak lagi tahun 2061.
Hujan meteor Orionid yang kita lihat merupakan sisa debu ekor komet Halley. Meski begitu, intensitasnya tidak setinggi puncak hujan meteor yang terjadi akhir pekan ini, atau tepatnya dini hari tanggal 21 Oktober 2017.
E.C. Herrick, antariksawan asal Connecticut, Amerika Serikat, pertama kali menemukan hujan meteor Orionid pada 1839. Mulanya, menurut Herrick, hujan meteor Orionid terjadi setiap tanggal 8-15 Okober. Dan pada 1840, ia meralat keterangannya. Dia mengatakan, aktivitas Orionid terjadi antara tanggal 8-25 Oktober.
Pengamatan hujan meteor Orionid secara presisi dilakukan pertama kali oleh A. S. Herschel pada 18 Oktober 1864 saat 14 meteor ditemukan tampak berasal dari rasi Orion. Pada 20 Oktober 1865, Herschel mengonfirmasi radian hujan Meteor tersebut memang berasal dari Rasi Orion.
Infografis: Hujan Meteor Lyrid dari Komet Tatcher
Saat puncak hujan meteor Orionid berlangsung, Anda bisa mengamati 20 hujan meteor setiap jam atau lebih jika terjadi peningkatan periodesitas pada tahun ini. Sekadar informasi, hujan meteor Orionid merupakan salah satu hujan meteor yang dengan aktivitas yang cukup tinggi antara 40-70 meteor per jam selama 2-3 hari berturut-turut.
Analisa data hujan meteor Orionid dari tahun 1984-2001 memperlihatkan kalau laju maksimum setiap tahunnya beragam antara 14-31 meteor per jam. Periode terkuat terjadi selama 12 tahun abad ke-20 dan selama tahun 2006-2013 sebanyak 30–70 meteor per jam. Tapi sejak 2014, aktivitas hujan meteor Orionid mulai menurun di kisaran 15–20 meteor per jam.
Simak artikel menarik lainnya tentang hujan meteor hanya di kanal Tekno Tempo.co.