atau cari berdasarkan hari
Bawaslu menyimpulkan iklan Perindo melanggar aturan ihwal larangan kampanye pemilu. Namun Perindo tidak diberi sanksi lantaran kendala syarat formal.
Bawaslu akan memutuskan dugaan pelanggaran iklan Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Kamis, 22 Maret 2018.
Perindo telah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi menghadapi Pilpres 2019.
Saat memberikan sambutan di Rapat Pimpinan Nasional Perindo, Jokowi mengutip kata-kata dari Mars Perindo.
Ketua Umum Partai Persatuan Indonesua Hary Tanoesoedibjo menceritakan kepada Jokowi pengalamannya ditanyai ihwal alasannya terjun ke dunia politik
Jokowi menghadiri Rapimnas Perindo untuk memberikan arahan dan membuka acara tersebut.
Bawaslu juga akan melakukan pemanggilan terhadap stasiun televisi dan KPI berkaitan dengan penayangan iklan Partai Perindo.
Bawaslu tetap memproses dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal, meski iklan politik Partai Perindo tak lagi tayang di stasiun televisi MNC Group.
KPI tidak akan menjatuhkan sanksi kepada tiga saluran televisi yang sempat menayangkan iklan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
KPI memastikan empat stasiun televisi yang berada dalam naungan MNC Group sudah tidak menyiarkan iklan Partai Persatuan Indonesia (Partai Perindo).
Syafril menuturkan iklan Partai Perindo itu ditayangkan tiga stasiun televisi MNC Group selama beberapa tahun terakhir atas pertimbangan komersial.
Bawaslu menilai ada dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal yang dilakukan Perindo.
Partai Perindo dituduh Bawaslu melakukan iklam kampanye di 4 media penyiaran.
Ada 4 partai baru yang akan mengikuti perhelatan Pemilu 2019. Partai itu adalah Perindo, PSI, Partai Berkarya, dan Partai Garuda.
Ketua KPU Arif Budiman menilai Perindo dan PSI telah memenuhi syarat tiga poin verifikasi faktual.
Sekjen Partai Perindo Amad Rofiq membantah telah memanfaatkan frekuensi publik untuk kepentingan partai.
Hary Tanoesoedibyo yakin elektabilitas artai Persatuan Indonesia (Perindo) bisa ditingkatkan.
Hary Tanoesoedibyo bersama rombongannya melakukan konvoi diiringi drumband, berjalan dari kantor DPP Partai Perindo ke kantor KPU.
Ketua Umum Perindo Hary Tanoe emoh menjawab soal partainya dukung Jokowi di Pilpres 2019
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meminta dukungan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) terhadap Presiden Joko Widodo tidak bermotif kekuasaan.