Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Pengalaman pertamanya bertanding di Jakarta memang tidak terlalu menyenangkan. Selain urusan copet, Hongyan tersingkir di babak kedua, padahal ia unggulan pertama. ”Tapi saya tidak kapok. Masyarakat Indonesia sangat ramah,” katanya. Memang, pencopetnya jua ”ramah”.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo