Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Logo ABC

Dunia Hari Ini: Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Tembus 11.500 Jiwa, Termasuk Dua Orang WNI

Reporter

Editor

ABC

image-gnews
Iklan
Selain ribuan korban tewas, gempa telah menyebabkan dampak bagi 13,5 juta orang yang tinggal di kawasan gempa di Turki. (Reuters: Suhaib Salem)

Memasuki hari keempat setelah gempa bermagnitudo 7,8 yang mengguncang Turki dan Suriah, jumlah korban tewas yang tercatat telah melampaui 11.500 orang, menjadikannya gempa bumi yang paling mematikan dalam 10 tahun terakhir.

Informasi tersebut masih menjadi salah satu berita pilihan kami dalam Dunia Hari Ini, edisi 9 Februari 2023.

Dua WNI tewas dalam gempa Turki-Suriah

Baca juga:

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, mengakui kekurangan otoritas Turki dalam menangani situasi awal pasca gempa, meski kini ia mengatakan situasinya sudah kian membaik.

"Kami tidak akan membiarkan warga kami telantar di jalanan," katanya.

Sementara itu Dutas Besar Indonesia untuk Turki, Muhammad Iqbal, mengonfirmasi dua orang warga Indonesia yang ikut menjadi korban.

Baca juga:

"Satu WNI atas nama Nia Marlinda asal Bali dan seorang anak berusia 1 tahun serta suami WN Turki di Kahramanmaras ditemukan meninggal dunia karena tertimbun reruntuhan," kata Lalu M Iqbal.

Sementara itu, Australia masih mencari empat orang warganya yang hilang kontak, serta akan mengirimkan tim penyelamat berjumlah 72 orang ke Turki, setelah sebelumnya berkomitmen untuk memberikan bantuan senilai A$10 juta untuk Turki dan Suriah.

Bus tabrak penitipan anak di Kanada

Kecelakaan yang terjadi di kota Laval, Kanada itu menewaskan dua orang anak dan melukai enam lainnya.

Supir bus milik perusahaan transportasi publik Kota Laval kemudian ditahan dengan tuduhan pembunuhan dan mengemudi dengan sembrono.

Polisi mengatakan, pria berusia 51 tahun tersebut sudah bekerja selama 10 tahun dan tidak memiliki catatan kriminal.

"Semua orang sangat sedih dengan apa yang telah terjadi," kata Menteri Keluarga Quebec, Suzanne Roy.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Ketika Anda meninggalkan anak-anak Anda di penitipan anak, Anda tahu kalau mereka berada di tangan yang tepat. Dengan kejadian ini, hati kita semua terguncang dan hancur."

Putin diduga terlibat dalam jatuhnya pesawat MH17

Dugaan ini disampaikan oleh jaksa internasional yang menyatakan adanya temuan "indikasi kuat" jika Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui penggunaan rudal Rusia yang menembak jatuh pesawat MH17 di wilayah udara Ukraina timur pada 2014.

Di Den Haag, perwakilan dari Tim Investigasi Gabungan, termasuk perwakilan dari Belanda dan Australia, memberikan bukti yang melibatkan Putin, termasuk panggilan telepon yang disadap. Tapi tidak megatakan Putin memerintahkan pesawat untuk ditembak jatuh.

Sebagai kepala negara, Putin dilindungi oleh kekebalan di bawah hukum Belanda, yang berarti para penyelidik tidak dapat melakukan penuntutan saat ini.

Penyelidik juga mengatakan proses penyelidikan mereka terhambat, sebagian besar karena penolakan Rusia untuk bekerja sama, dan karena itu mereka akan menangguhkan proses ini.

Australia segera enyahkan ratusan kamera pengawas yang terhubung dengan China

Hasil audit di Australia baru-baru ini mengungkap jika lebih dari 900 unit kamera pengawas di gedung-gedung pemerintahan Australia terhubung dengan pemerintah China.

Pemerintah didesak untuk mengenyahkan kamera dan peralatan keamanan yang dibuat oleh Hikvision dan Dahua.

Kamera dan peralatan pengawas keamanan yang dimaksud ditemukan hampir di setiap kantor Kementerian, kecuali kantor Perdana Menteri dan Kementerian Pertanian Australia.

"Ini merupakan masalah ... kami sedang mengecek semua teknologi pengawasan di kawasan pertahanan, dan jika ditemukan, kamera tersebut akan dicopot," kata Menteri Pertahanan, Richard Marles.

"Saya tidak berpikir kita harus melebih-lebihkan [keseriusannya], tetapi ini adalah hal penting yang menjadi perhatian kami dan kami akan memperbaikinya."

Iklan

Berita Selanjutnya

1 Januari 1970


Artikel Terkait

    Berita terkait tidak ada



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Berita terkait tidak ada