Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Logo BBC

Gajah di India 18 ekor mati secara serempak, muncul dugaan dari tersambar petir hingga keracunan

Reporter

Editor

BBC

image-gnews
Iklan
Stock photo of elephants in Assam, India Getty Images
Kematian kawanan gajah ini adalah yang terbesar di Assam dalam 20 tahun terakhir.

Kawanan 18 gajah liar ditemukan mati di Nagaon, di negara bagian Assam di wilayah timur laut India pada Kamis (13/05).

Pejabat negara mengatakan gajah-gajah itu terbunuh ketika halilintar menyambar di kawasan hutan lindung Kundoli.

Baca Juga:

Kalangan petugas dan pejabat setempat menduga para gajah mati akibat sambaran petir. Namun ahli konservasi menduga gajah-gajah itu diracun.

Penduduk desa di dekat lokasi memberi tahu pihak berwenang setelah mereka menemukan bangkai hewan-hewan itu di hutan.

Di lokasi ditemukan 14 ekor gajah dewasa dan empat lainnya ditemukan bergelimpangan di kaki bukit kawasan hutan lindung Kundoli, yang terletak 160 kilometer dari ibu kota negara bagian Assam, Dispur, ungkap petugas satwa liar setempat bernama MK Yadava kepada Reuters.

Baca Juga:

Menteri Kepala Assam, Himanta Biswa Sarma mengatakan dia merasa prihatin dengan kematian "sejumlah besar gajah", dan pihaknya sudah memerintahkan adanya penyelidikan.

Baca juga:

Ini adalah pertama kalinya dalam 20 tahun di Assam begitu banyak gajah ditemukan mati pada saat bersamaan.

Menteri Kehutanan negara bagian Assam, Parimal Suklabaidya, dalam cuitannya menulis bahwa dia "sangat sedih" dengan kematian kawanan gajah itu "karena badai besar" di Pegunungan Kathiatoli di Nagaon.

"Laporan awal menyatakan kematian ini bisa karena kilat walau kami perlu mencari tahu lebih lanjut melalui tes forensik bila ada penyebab lain, seperti keracunan atau penyakit," katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Itu sebabnya dia memerintahkan petugas satwa liar mengunjungi lokasi tersebut pada Jumat.

Muncul dugaan keracunan

Sementara itu pihak berwenang India meluncurkan penyelidikan pada Jumat (14/05) atas kematian 18 gajah itu setelah seorang konservasionis terkemuka meragukan bahwa hewan-hewan itu terbunuh oleh sambaran petir.

Sementara petugas hutan lindung dan seorang anggota parlemen setempat bernama Jitu Goswami, kepada AFP, mengatakan ia merasa yakin kawanan gajah itu mati setelah sambaran petir di hutan.

Namun ahli konservasi terkemuka Soumyadeep Datta dari kelompok aktivis lingkungan Nature's Beckon meragukan klaim itu berdasarkan sejumlah foto dari media sosial. Dia menduga sebab lain.

"Keracunan bisa jadi di balik kematian gajah-gajah itu," kata Datta kepada AFP.

"Kita harus menunggu laporan autopsi, yang akan segera dilakukan departemen kehutanan."

Suatu tim dokter hewan dan petugas mendatangi lokasi pada Jumat (14/05) bersama dengan Parimal Shuklabaidya, menteri kehutanan dan lingkungan hidup negara bagian Assam.

India merupakan habitat bagi hampir 30.000 gajah, atau sekitar 60% dari populasi gajah liar di Asia.

Dalam beberapa tahun terakhir terjadi sejumlah insiden pembunuhan gajah oleh warga setempat - begitu pula sebaliknya - saat makin banyak manusia yang merambah ke kawasan hutan yang menjadi habitat hewan berbelalai itu.

Iklan

Berita Selanjutnya

1 Januari 1970


Artikel Terkait

    Berita terkait tidak ada



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Berita terkait tidak ada