Penyidik Polri Serius Tangani Pelanggaran Pemilu


TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim penyidik Polri menyatakan serius menangani kasus-kasus pelanggaran Pemilu. "Saya kira aturannya sudah ada," kata Juru Bicara Mabes Polri, Brigjen Pol. Soenarko DA., dengan nada tegas kepada wartawan saat jumpa pers di Mabes Polri, Senin (1/3).

Menurutnya, sesuai dengan Nota Kesepakatan antara Panitia Pengawas Pemilu dan Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu, sda prosedur yang harus dipenuhi dalam penanganan kasus pelanggaran pemilu. "Kita tetap commited di dalam menindaklanjuti setiap berkas yang dilimpahkan Panwaslu," katanya.

Berdasarkan data yang diterima minggu lalu, ia menuturkan ada 206 kasus yang ditangani tim penyidik. Sebanyak 15 kasus telah dijatuhkan di pengadilan (vonis), terbagi atas 2 di Kalimantan Selatan, 3 Jawa Tengah, 5 Kalimantan Timur, 1 kasus di DKI Jakarta, 1 Sumatera Utara, 1 Sulawesi Utara, 1 Daerah Khusus Yogyakarta, dan 1 di Sulawesi Selatan. Dan 8 kasus sudah dilimpahkan ke Penuntut Umum. "Analisis berkas tetap dilakukan pengkajian dan penelitian, unsur-unsur mana yang memenuhi untuk kita berkas ya kita berkas," ungkapnya.

Dari keseluruhan kasus, antara lain menyangkut pemalsuan dokumen dan kampanye di luar waktu yang ditentukan atau yang disebut "curi start". Namun, Soenarko belum dapat menyebutkan partai politik tertentu yang paling banyak melakukan pelanggaran.

Martha W. Silaban - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X