KPK Segera Periksa Menteri dan Anggota Dewan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas menyatakan pihaknya akan segera memeriksa bekas anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), baik anggota Kabinet Indonesia Bersatu maupun anggota DPR, yang diindikasikan terlibat penyimpangan dana pemilu. Ia menduga orang-orang yang terlibat akan bertambah.

"Satu atau dua kasus pertama pasti akan ke pengadilan pada bulan ini (Mei)," kata Erry di sela-sela peringatan Dies ke-41 Wanadri di Jakarta, Sabtu (14/5). Kasus yang dimaksud adalah penyuapan oleh anggota KPU yang melibatkan Mulyana W Kusumah, Sussongko dan Hamdani.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan bertambahnya tersangka, Erry menjawab bahwa kemungkinan itu selalu ada. "Kami serahkan pada tim penyidik karena definisi pelanggaran-pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh siapapun tentu akan menjadi pertimbangan penyidik dalam menyimpulkan penyelidikannya, mengevaluasi kemudian kembali mengusulkan pada pimpinan (KPK)," kata dia.

Dirinya mengaku tidak terlalu ambil perduli dengan mekanisme maupun protokoler pemeriksaan terhadap menteri maupun anggota DPR. "Gak ada urusan (dia siapa). Kalau memang betul ada indikasi kuat kami periksa, sama saja untuk yang di kabinet," kata dia.

Erry meyakinkan bahwa KPK akan bekerja siang-malam hingga dapat menuntaskan korupsi di salah satu lembaga monumen reformasi ini. "Yang penting kami terus jalan dan terus menggali bagaimana kasus ini berkembang. Kami maju terus, kalau kekurangan orang memang kami tidak pernah kelebihan orang. Pasti kurang terus, yang penting kami bekerja siang-malam dan terus menelusuri apa yang kami temukan," ujarnya.

Menanggapi sinyal yang diberikan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendukung pemeriksaan terhadap Menkumham, Hamid Awaluddin, Erry menyatakan apresiasinya kepada Wapres. "Saya kira itu sinyal yang baik. Kendatipun dengan atau tanpa sinyal (itu) kami akan tetap melakukan pemeriksaan siapapun dan tanpa izin siapapun," ujarnya.

Indikasi keterlibatan yang kuat itu, lanjut Erry, yang sedang kami cari lagi (lebih dalam). "Kapan saat yang tepat untuk memanggil (Hamid) itu juga yang menjadi perhitungan tim penyidik. Saya serahkan sepenuhnya pada tim penyidik," kata Erry.

Agus Supriyanto