ASEAN Siapkan Standar Perikanan Budidaya

TEMPO Interaktif, DENPASAR:
Pusat Pengembangan Budidaya Perikanan Asia Tenggara atau South East Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) akan membentuk aliansi sebagai standar budidaya udang di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) atau ASEAN Shrimp Aliance (ASA).

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Made L. Nurdjana, mengatakan ASA dibuat untuk menyamakan standar budidaya udang. Tujuannya agar negara-negara ASEAN mempunyai posisi tawar di pasar dunia, terutama Amerika Serikat dan Eropa.

Sebab, kata dia, selama ini negara-negara itu memiliki kriteria yang ketat dalam mengimpor hasil perikanan budidaya, termasuk udang. “Padahal udang adalah komoditas unggulan anggota SEAFDEC,” kata Made di Denpasar Senin (7/4).

Menurut Direktur Pengolahan Hasil DKP, Achmad Poernomo, posisi ASA nantinya sama dengan badan standarisasi di Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain. Sehingga negara-negara ASEAN memiliki posisi tawar dan bisa mengharmonisasikan standar perikanan budidaya yang ada. "Bila ASEAN bisa terima standar yang mereka ajukan, maka mereka juga harus menerima standar ASEAN" kata Poernomo.

Ari Astri Yunita