indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Beberapa Titik Jalur Tuban-Bojonegoro Ambles


TEMPO Interaktif, Tuban - Beberapa titik di jalur Tuban-Bojonegoro, tepatnya di Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan Tuban, ambles sekitar satu meter dengan panjang belasan meter.

Jalur antar-provinsi ini, baru saja diperbaiki dan belum genap satu tahun. Data di Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, proyek perbaikan jalan provinsi ini, dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jawa Timur tahun 2009 sebesar Rp 1 miliar.

Proyek perbaikan jalan dikerjakan enam bulan lalu. Tetapi setelah diperbaiki, di daerah Ponco, Parengan terjadi banjir bandang tiga bulan lalu.. Air deras merusak jalan yang melewati dua desa hingga ke Kali Kening, anak sungai Bengawan Solo. Akibatnya, beberapa titik di badan jalan ambles. Yang terparah, berada di Desa Suciharjo, yang jalan ambles sekitar satu meter dengan panjang antara 15 hingga 17 meter.

Amblesnya jalan di sekitar Desa Suciharjo, diperparah dengan tidak adanya jalan penerangan umum. Pemakai jalan, terutama kendaraan roda dua, juga rawan terjadi kecelakaan. Jalan yang ambles praktis berfungsi satu jalur setengah badan jalan. "Sering orang naik sepeda motor jatuh," tegas Gunadi, warga Desa Suciharjo, Parengan.

Di pinggir jalan itu, juga terdapat papan proyek. Tulisannya, pembangunan jembatan Ngraras ruas Ponco-Jatirogo link 032 dengan anggaran Rp 1 miliar. Kontraktornya PT Dwi Mulyo Lestari.

Sedangkan proyek mulai dikerjakan 15 September 2009. Kontrak pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan butuh waktu sekitar 90 hari, hingga Desember. Dan masa perawatan hingga bulan Juni 2010.

Camat Parengan, Eko Yuli mengatakan, sudah melaporkan kerusakan jalan ke Dinas Pekerjaan Umum Tuban. Tetapi, jika dilihat dari tanggung jawab kerja, proyek ini dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, dilihat masa perawatannya, harusnya masih tanggung jawab pihak kontraktor. "Jika kemudian, akhir tanggung jawab hingga Juni, mestinya dikerjakan awal bulan lalu. “Ini bagaimana masa perawatannya," tegasnya pada Tempo lewat telepon.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Tuban, Gatot Setiyono, mengatakan, masalah ini sudah ada koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum Tuban. Tetapi tidak disebutkan, penanganannya.

Jalur Tuban-Bojonegoro, lewat Jatirogo-Parengan, merupakan jalan alternatif. Jalan ini, biasa digunakan pengguna jalan, jika jalur pantai utara macet. Jalur ini, juga bisa untuk penghubung Semarang-Surabaya lewat jalur tengah.

SUJATMIKO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X