indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Gemuruh Nou Camp Melepas Pep Guardiola

Gemuruh Nou Camp Melepas Pep Guardiola

Pendukung Barcelona menunjukan spanduk bertuliskan huruf kanji dalam pertandingan antara Barcelona dengan Espanyol, di Nou Camp (5/5). Pertandingan tersebut merupakan pertandingan terakhir Barcelona di musim ini sekaligus laga perpisahan bagi pelatih Pep Guardiola yang memilih mundur dari jabatannya. Tulisan dalam spanduk tersebut berarti "Terimakasih untuk kerja hebatmu, Pep. Kami sangat menghargai empat musim yang indah bersamamu." REUTERS/Albert Gea

TEMPO.CO, Barcelona - Laga Barcelona menjamu Espanyol di Camp Nou, Ahad 6 Mei 2012, atau tadi malam, menjadi pamungkas Joseph Guardiola. Sebuah kado manis dipersembahkan Lionel Messi dengan empat golnya, khusus untuk sang pelatih yang mau pergi, Pep Guardiola.

Laga derby menjadi hari terakhir Pep di Camp Nou. Dua lagi pertandingan yang tersisa di luar kandang, tak lagi menjadi miliknya. Barca harus melakoni final Copa del Rey melawan Athletic Bilbao di Stadion Vicente Calderon dan bertandang ke Real Betis sebagai laga akhir di La Liga.

Boleh jadi, karena itu Barcelona seperti ingin mengucapkan perpisahannya pada sang pelatih yang selama empat tahun hidup dan tinggal di antara mereka. Sebuah seremoni pun disiapkan.

Sekitar 89 ribu publik Camp Nou, rakyat Barca, berangkat ke stadion tidak dengan tangan kosong. Syal, poster berisi foto Guardiola dengan yel-yel "T'estimem Pep' (Kami mencintaimu Pep) diusung. Mereka juga mencoreng muka dengan tulisan "Pep."

Sang bintang, Lionel Messi, pun bertekad bermain terbaik. Ia memborong empat gol, khusus untuk sang pelatih yang mau pergi. Begitu gol keempatnya tercipta di menit 79 dari titik penalti, Messi berlari ke arah bangku cadangan timnya. Ia menjura dan menunjuk Guardiola. Seluruh pemain berlari mengikuti Messi. Mereka mengangkat Pep, dan merayakan kemenangan itu untuk yang terakhir kalinya.

Suasana perpisahan itu begitu terasa emosional ketika wasit meniup peluit panjang. Prosesi perpisahan itu pun digelar untuk Pep atas jasa besarnya mengantar Barcelona menjadi tim yang disegani.

Puluhan ribu publik Katalan tak henti-hentinya meneriakkan nama pria 41 tahun itu. Sebuah bendera besar dikibarkan penonton. Mereka menulis, "Terima Kasih, Pep". Sebuah video singkat perjalanan Guardiola membawa Azulgrana, hingga posisi puncak diputar.

Dan Pep, tergungun tanpa kata-kata, sampai ia diminta memberikan testimoninya. "Aku berterima kasih untuk semuanya. Selama empat tahun terakhir saya dekat dengan kalian," kata Pep terbata. "Aku menerima begitu banyak kasih sayang dari para pemain selama di sini. Aku mencintai mereka, dan akan selalu begitu. Ini akan menjadi hadiah hidup yang membuat saya merasa bangga."

Ribuan orang, seperti dikutip Soccerway, Ahad 6 Mei 2012, bertepuk dan berdiri. "Saya akan selalu merindukan momen-momen ini," kata Guardiola lagi. "Barca akan menjadi yang terbaik di lapangan, bersama Tito."

Camp Nou dihujani gemuruh dan tangis perpisahan ketika pasukan Azulgrana memberikan Pep pelukan dan mengangkatnya ke tengah lapangan. Melemparnya beberapa kali ke udara dan teriakan suporter membahana.

Mereka, para pemain dan offisial klub, bergandengan tangan membentuk lingkaran dan berlari memutar menyanyikan lagu "viva la vida". Sampai di ujung Pep akhirnya berjalan melewati barikade barisan pemain meninggalkan lapangan. Tangannya melambai.

Ini memang pesta perpisahan Pep, setelah ia mengumumkan pengunduran dirinya, Jumat pekan lalu. Sang pelatih, kata Sandro Rosell, Presiden Klub, layak menerima penghormatan itu. Empat tahun, Guardiola, lelaki kelahiran 18 Januari 1971 itu, telah mempersembahkan semua piala untuk Barcelona: La Liga, Piala Raja Spanyol, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Guardiola juga memberi Barcelona 14 trofi. Wajar jika kemudian Messi menyebutnya sebagai pelatih terbaik sepanjang sejarah Barcelona. Semuanya, seperti kata Messi, merasa kehilangan Pep. "Karena semua orang mencintai Pep, dan ingin dia kembali," kata Rosell. "Dia pergi dengan penuh gaya, dan akan kembali dengan gaya pula, kapan pun dia mau."

WIDIARSI AGUSTINA | SOCCERWAY | FCBARCELONA.CAT | UEFA.COM

Berita terkait
Pidato Perpisahan Guardiola buat Suporter Barca
Barcelona Selalu di Hati Guardiola
Barca Selalu Terbuka Kapan pun Guardiola Tiba'
Guardiola: Tak Ada Pembicaraan dengan Chelsea
Menanti Kado Guardiola untuk Barcelona
Messi Patah Hati Ditinggal Guardiola dari Barca
Fakta-fakta Menarik tentang Guardiola
Barcelona Tunjuk Tito untuk Gantikan Guardiola

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X