Kejaksaan Luncurkan Buku Biografi Baharuddin Lopa

Kejaksaan Luncurkan Buku Biografi Baharuddin Lopa

Baharuddin Lopa di Jakarta tahun 2001. DOK/KORAN TEMPO/Bernard Chaniago

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung meluncurkan buku biografi mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa. Buku berjudul Apa dan Siapa Baharuddin Lopa ini dirilis di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, dan dibuka oleh Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Andhi Nirwanto.

"Peluncuran buku ini sebagai bagian dari Hari Bakti Adhyaksa (HUT Kejaksaan). Kami ingin mengenang salah satu pendekar hukum terbaik Indonesia," kata Andhi di Jakarta, Senin, 16 Juli 2012.

Dalam acara tersebut, turut hadir Jaksa Agung RI, Basrief Arief, yang memberikan buku secara simbolis kepada Iskandar Putra Lopa, perwakilan keluarga dari almarhum Baharuddin Lopa. Dalam kata sambutannya, Basrief mengakui sosok almarhum Baharuddin Lopa sebagai jaksa teladan.

Dia juga meminta anak buahnya meniru semangat juang Baharuddin Lopa dalam bekerja, terlebih semangat untuk memberantas tindak pidana korupsi.

Seminggu sebelum meluncurkan buku ini, jajaran pimpinan Kejaksaan sempat berkunjung ke rumah istri almarhum Baharuddin Lopa, di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ternyata beliau tengah sakit sejak tiga bulan terakhir.

"Untuk membantu perawatan, seluruh hasil penjualan buku ini 100 persen akan kami sumbangkan kepada Ibu Baharuddin Lopa untuk pengobatan," kata Basrief.

Buku setebal 200 halaman ini berisi kisah perjalanan hidup dan karier almarhum sejak menjadi jaksa muda, Menteri Hukum dan HAM, hingga terakhir menjadi jaksa agung. Buku tersebut menceritakan langkah-langkah tegas almarhum ketika bekerja sebagai jaksa.

Baharuddin Lopa meninggal hanya beberapa bulan sejak menjabat sebagai jaksa agung. Lopa wafat saat berada di tanah Arab Saudi. Hingga kini kematian Lopa menyisakan tanda tanya besar. Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya Lopa.

INDRA WIJAYA

Berita terpopuler lainnya:
Gaya Dahlan Iskan ''Kerjai'' Bupati Subang
Megawati Kehilangan Avanza di Monas

Jokowi-Ahok Diserang Kampanye SARA

Jokowi Hanya Punya Rp 15 Juta untuk ''Mengebom'' 

Dahlan Iskan Kepincut Mentimun Subang

Berkah Jokowi Cium Tangan Taufiq Kiemas


 


 


 


 


 


 


 





Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Indonesia yang katanya SUDAH MERDEKA 66 TAHUN KALAH OLEH PALESTINA DALAM PENYELIDIKAN KEMATIAN PEJABAT NEGARA terbukti Kematian YASER ARAFFAT Alm. berhasil DIBUKA TABIR PENYEBAB KEMATIANNYA yaitu OLEH RACUN AGEN MOSAD, PADAHAL NEGARA TERSEBUT BELUM MERDEKA SECARA UTUH karena VETO NEGARA2 SALIBIS dan ZIONIS. Tapi MENINGGALNYA JAKSA AGUNG kita Alm. Baharuddin Lopa yang menurut ORANG AWAM PATUT DICURIGAI, TIDAK ADA PENYELIDIKAN YANG MENDALAM !!! Ada Apa ?????
Wajib Baca!
X