indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Soal Capres, Kalla Tantang Golkar

Soal Capres, Kalla Tantang Golkar

Mantan Wapres Jusuf Kalla saat memberikan kuliah umum bertema "Pemuda Mahasiswa dan Pembangunan Nasional", di Kampus Undip Semarang, Jateng, Selasa (27/3). ANTARA/R. Rekotomo

TEMPO.CO, Jakarta - Politikus kawakan dari Partai Golkar, Jusuf Kalla, mengatakan siap bertarung dalam pemilihan presiden pada 2014 mendatang. Mantan wakil presiden ini mengaku tidak takut mendapat sanksi pemecatan dari partai kalau maju diusung partai lain.

"Mau dipecat dua kali tiga kali, tidak ada soal. Silakan saja," kata Kalla di kompleks parlemen Senayan, Selasa, 17 Juli 2012. Kalla hadir di Senayan untuk memberi pidato dalam sebuah diskusi pertambangan yang digelar MPR.

Kalla mengatakan sanksi pemecatan terhadap kader partai karena maju sebagai capres dan cawapres dari partai lain tidak diatur dalam AD/ART partai. "Saya tidak membaca itu, dalam AD/ART tak ada juga. Itu yang tertinggi dalam partai."

Pemecatan terhadap kader yang maju sebagai capres dan cawapres partai lain diatur berdasarkan hasil keputusan Rapat Pimpinan Nasional Ketiga di Bogor akhir Juni lalu. AD/ART partai hanya mengatur pemberhentian keanggotaan jika meninggal dunia, mengundurkan diri, dan diberhentikan.

Kalla mengatakan tidak akan mempersoalkan aturan pemecatan ini. Dia menghargai keputusan partai yang menetapkan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden dari Golkar. "Tentu kami menghargai, itu hak Golkar. Sama seperti saya dulu mendeklarasi, tentu saya menghargai dan menghormati itu."

Ancaman pemecatan, kata Kalla, tidak akan menghalangi niatnya maju menjadi capres atau cawapres. "Sama sekali tidak terjegal." Dia siap maju jika didukung rakyat dan partai. "Selama saya tidak pakai Partai Golkar, tidak apa-apa."

IRA GUSLINA SUFA


Berita Terpopuler:
Diserang isu SARA, Pengusung Jokowi-Ahok Senang

Mahasiswi UI yang Hilang Ternyata Tidur di Warnet

Djoko Candra Jadi Warga Negara Papua Nugini

Begini Cara Neneng Kenakan Baju Tahanan KPK

Alasan Taksi Ferrari Ada di Jakarta

Demokrat: Isu SARA Tak Bakal Laku

Baru Cerai, Tom Cruise Sudah Mencium Wanita Lain

Kapten Timnas U-22 Singapura Ternyata Berdarah Indonesia

Ini Penyebab Mogoknya Mobil Listrik Dahlan Iskan

Cinta Laura Sembunyikan Diri di Amerika

Komentar (5)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Indonesia butuh pak JK sebagai presiden untuk memajukan negri ini, calon golkar yang sekarang, belum jadi presiden aja sdah bikn rakyat menjerit..
0
0
wah Ical sepertinya harus berhati-hati, ancaman untuk memecat JK jika maju jadi capres sepertinya tidak mempan. Malahan ini bisa jadi bumerang untuk JK.
0
0
Draw aja ngak mau...apalagi kalah...makin gembos aja tuh si Ical...
0
0
BRAVO JK. Sikap anda mencerminkan seorang politisi yg mapan. Krn anda berani menentang oligargi PARTAI POLITIK. Sy dukung anda untuk memajukan NKRI
0
0
Kalla pantang kalah
Wajib Baca!
X