Penyelundupan Burung Murai Batu Digagalkan

Penyelundupan Burung Murai Batu Digagalkan

Susilowati memberi makan burung Murai di lokasi penangkaran Jalan Supriadi Perumahan Kudu Permai, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (20/5). TEMPO/Hari Tri Wasono

TEMPO.CO , Jambi - Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Jambi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 58 ekor burung jenis Murai Batu asal Pontianak, kalimantan Barat, yang akan dibawa ke Palembang, Sumatera Selatan.

"Penyitaan ini dilakukan setelah sebelumnya kami mendapat kabar dari Balai BKP Pontianak, akan ada pengiriman burung Murai Batu ke Jambi," ujar dokter Hewan Taryu, Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, Jumat 10 Agustus 2012.

Upaya penyeludupan itu digagalkan saat burung-burung yang dilindungi tersebut diturunkan dari pesawat di Bandara Sultan Thaha Syaifudin Jambi, pada Kamis 9 Agustus 2012.

Petugas curiga ketika sebuah kotak besar berukuran sekitar 75 sentimeter persegi tertutup kertas berwarna coklat. Menurut pemiliknya yang berinisial YU, kotak itu hanya berisi dua ekor Murai Batu.

Namun setelah petugas memeriksa kotak yang mencurigakan itu, ternyata berisi 58 ekor Muari Batu. "Kami curiga, jika hanya membawa dua ekor Murai Batu kenapa ukuran kotaknya sebesar itu," ujarnya.

Menurut Taryu, berbedanya data dokumen dan burung yang dikirim merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum dan masuk katagori penyelundupan.

YU sendiri diketahui adalah warga Prabumulih, Sumatera Selatan. Semua murai Batu tersebut kini sudah kita sita dan diamankan di Balai Karantina Pertanian setempat.

Sementara, berdasarkan pengakuan YU kepada petugas, burung-burung tersebut akan dibawa untuk dijual di Kota Palembang.

"Pemilik kami beri waktu tiga hari ke depan untuk melengkapi dokumen. Apabila dalam tiga hari tidak ada kelengkapan dokumen, rencananya burung-burung ini akan dihibahkan ke kebun binatang Jambi," katanya.

Seorang anggota ikatan pecinta burung di Jambi, Sutrisno menyayangkan upaya penyelundupan burung tersebut. Menurut dia, burung Murai Batu merupakan salah satu burung paling banyak digemari para pecinta burung.

Kondisi inilah menyebabkan kian marak terjadi upaya penyelundupan maupun penangkapan burung secara ilegal di dalam kawasan hutan.

Namun demikian, kata dia, jenis burung Murai Batu asal Kalimantan atau biasa disebut jenis borneo sebenarnya masih kalah bagus dengan jenis burung Murai Batu asal Sumatera, khususnya Jambi.

"Untuk ukuran di Jambi, harga satu ekor burung Murai Batu khusus tangkapan dewasa dan sudah bisa memakan pelet harganya bisa mencapai Rp 2 juta lebih. Akan lebih mahal harganya jika sudah pernah ikut kontes," ujarnya.

SYAIPUL BAKHORI

Berita terpopuler lainnya:
Unsur Pidana Rhoma Irama Terbukti
Santri Relawan Fauzi Bowo Dipukul di Jelambar Baru

Panwaslu: Celotehan Foke Melanggar Etika Politik

Begini Nasehat SBY Kepada KPK dan Polri

Denny Indrayana: Antasari Azhar Berbohong

Kisah Tragis Remaja yang Jual Ginjal Demi iPad

Kubu Jokowi Tak Persoalkan Kasus Video Foke

Ariel Noah Gugup Ditanya Soal Luna Maya

Sekte Muslim Ini Satu Dekade Tak Terpapar Matahari

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X