Tragedi Sampang, 2 Menteri ke Madura

Tragedi Sampang, 2 Menteri ke Madura

Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin (depan) bersama Wakil Jaksa Agung, Darmono (kiri) saat meresmikan Website Kompilasi Hukum Acara Pidana di Indonesia di Jakarta, Rabu (11/1). TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Senin sore ini, 27 Agustus 2012, terbang ke Jawa Timur untuk meninjau lokasi tragedi Sampang sekaligus mengevaluasi kondisi pasca-bentrokan.

"Saya dan Menteri Dalam Negeri akan ke sana sore ini karena yang diharapkan oleh Presiden SBY adalah langkah-langkah yang cepat," ujar Amir di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Senin, 27 Agustus 2012.

Amir mengungkapkan, dirinya selaku Menkumham diminta mengambil langkah penegakan hukum terkait bentrok Sampang. "Kalau dibiarkan keadaan seperti ini berlarut-larut, dikhawatirkan eskalasinya akan meningkat," ujarnya. "Maka Presiden memerintahkan penegak hukum, dalam hak ini Kepala Polri dan Jaksa Agung, juga turun tangan."

Menurut Amir, sejauh ini ia menduga tragedi Sampang bukan bermula dari permasalahan antara kaum Syiah dan Sunni di daerah tersebut, melainkan adanya persaingan antarkeluarga. Namun ia menolak mengomentari apakah ada unsur pelanggaran hak asasi manusia dalam bentrokan itu. Alasannya, penyimpulan ada pelanggaran HAM mesti butuh telaah mendalam.

Kemarin, bentrokan kembali terjadi di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Omben, Sampang, Madura, Jawa Timur. Aksi kekerasan yang dimulai sejak pukul 11.00 kemarin menimbulkan dua korban jiwa, sejumlah orang terluka, dan 35 rumah warga dibakar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bentrok Sampang merupakan permasalahan kompleks dan tidak bisa disederhanakan sebagai konflik keyakinan karena juga merupakan konflik internal keluarga. "Yang akhirnya saling bertautan dan karena masing masing punya pengikut, terjadilah insiden atau aksi kekerasan yang sangat kita sesalkan itu," kata Yudhoyono di kantor Presiden, hari ini.

Namun, Yudhoyono menegaskan, seberapa pun kompleksnya, harus ada solusi untuk segera menyelesaikan perbedaan dua komunitas tersebut. "Setelah membahas dengan Wakil Presiden, para menteri, dan berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, maka diharapkan masalah bisa segera diatasi dan segera dicarikan pula solusi yang utuh. Harapan saya, secara permanen mencegah terjadinya kasus serupa," kata dia.

ISMA SAVITRI

Berita terpopuler lainnya:
Politikus PDIP Akui Sebarkan Pesan Berantai Kebakaran
Pemain Liga Spanyol Ini Ingin Perkuat Timnas Indonesia

Marzuki Alie Minta Warga Terima Pemimpin Non Muslim

Soal Kebakaran, Tim Foke-Nara Laporkan Politisi PDIP

Iklan Tong Fang Masih Beredar

Selebaran Megawati, Tim Jokowi-Ahok Cuek

Rusuh Sampang, Gubernur Diminta Tanggung Jawab

Tim Jokowi Minta Polisi Usut Video Koboy

Ibunda Pemimpin Syiah Sampang Kritis

Sepuluh Rumah Penganut Syiah Sampang Dibakar

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Assalamu''''alaikum wrwb Saya seorang muslim Amerika sangat sedih melihat klompok2 agama minoritas seperti AHAMADIYAH,SYIAH DAN KRISTEN di zolimi dan bahkan di bunuh dengan kejam. Perbuatan2 kekerasan ini sudah sering terjadi oleh klompok2 Islam Garis Keras. Namun pemerintah tidak dapat menuntaskan dan menghukum berat pelaku2 kekerasan atau anarkis atas nama agama. Syuryadarma Ali dan MUI sendiri memberikan contoh yang buruk kpd masarakat dimana Syuryadarama Ali dan MUI mengharamkan Ahmadiyah dan memaki maki budaya Lady Gaga dan melarang datang ke Indonesia. Sesungguhnya perbuatan memaki budaya asing itu adalah perbuatan pengingkaran AL Quran dan MUNAFIK. SYURYADARMA ALI,MUI --DAN --AHMADIYAH, LADY GAGA. http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/fpi-lady-gaga.html
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X