Tragedi Memey 1: Korban Trafficking Tampil di PBB

Tragedi Memey 1: Korban Trafficking Tampil di PBB

Memey, korban trafficking bersaksi di PBB, Wina 17 Oktober 2012

TEMPO.CO, Wina -- Suasana ruang rapat sebesar lapangan basket itu serentak berubah sendu. Film pendek tentang perjalanan hidup Memey, bukan nama sebenarnya, baru saja diputar. Sekitar 100 orang yang hadir terdiam, menunggu si Memey yang larut dalam tangis.

"Saya tidak mau ada Memey-Memey lain," kata Memey di forum diskusi yang digelar Kedutaan Besar Indonesia untuk Austria, dalam rangka Konferensi Negara Pihak Konvensi PBB Anti-Kejahatan Terorganisasi Lintas Negara, di Markas PBB Wina, Austria, Rabu lalu, 17 Oktober 2012.

Wakil Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan, Memey adalah korban trafficking atau perdagangan manusia pertama yang tampil di forum resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lihat: TKI Korban Trafficking Bersaksi di PBB.

Memey memang sengaja dihadirkan delegasi Indonesia, "Untuk memberi gambaran yang jelas soal korban trafficking," ujar Iqbal, yang mendampingi Memey.

Benar saja. Presentasi film Memey ditambah kesaksiannya di hadapan perwakilan delegasi asing berhasil mendapat simpati luas. Bahkan ada peserta yang sampai menyeka air matanya. "Presentasi Indonesia tadi sangat menyentuh," kata Susan, diplomat asal Hungaria, kepada Tempo.

Di hadapan para delegasi internasional, Memey menyampaikan sepenggal kisah hidupnya. Keberangkatannya untuk bekerja di negeri seberang karena didorong kebutuhan ekonomi. "Saya berasal dari keluarga yang tidak mampu," kata anak ketiga dari enam bersaudara ini.

Perempuan 28 tahun itu juga mengungkapkan betapa pedihnya menjadi korban trafficking. "Tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa," kata perempuang asal Temanggung ini. "Bayangkan saya adalah anak, saudara, atau diri Anda sendiri," ujar Memey.

Oleh karena itu, sebagai korban trafficking, Memey mengajak seluruh delegasi yang hadir untuk berkolaborasi memerangi penyeludupan manusia. "Saya harap Anda semua serius dan bekerja sama melawan human trafficking," kata Memey.

Seperti apa pengalaman Memey bekerja di luar negeri, ikuti "Dari Pasar Secang Hingga Singapura".

TITO SIANIPAR (Wina)

Selanjutnya:
Kisah Memey 2: Dari Pasar Secang Hingga Singapura
Kisah Memey 3: Tawaran Kilat nan Menggiurkan
Kisah Memey 4: Saya Dijual Setelah Didandani
Kisah Memey 5: Polisi dan Pelanggan Baik Hati

Kisah Memey 6: Telepon Seluler yang Membebaskan
Kisah Memey 7: Hidup Baru dengan HIV

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X