Pramuka Bakal Masuk Kurikulum 2013

Pramuka Bakal Masuk Kurikulum 2013

Patung Pramuka di Taman Bunga Wiladatika, Cibubur. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jambi - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Windu Nurhayati mengatakan Pramuka akan masuk dalam kurikulum pendidikan. Windu yakin pendidikan Pramuka dapat menekan tindak korupsi di negeri ini karena Pramuka mengajarkan nilai-nilai dan karakter.

"Diharapkan pada tahun ajaran baru 2013 nanti pendidikan Pramuka sudah menjadi pelajaran wajib di sekolah-sekolah," kata Windu kepada wartawan seusai membuka acara pembukaan Perkemahan Pramuka Penegak dan Pendega Putri Tingkat Nasional (Perkempinas), berpusat di Bumi Perkemahan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi, Jambi, Ahad, 18 November 2012.

Menurut Windu, saat ini rencana itu masih dalam tataran konsep. "Kamis pekan lalu, sebanyak 125 orang ahli pendidikan di bawah pimpinan Wakil Presiden Boediono melakukan pemaparan konsep kurikulum untuk menjadikan Pramuka pelajaran wajib di sekolah-sekolah," ujarnya.

Pendidikan pramuka, kata Windu, telah terbukti dapat dijadikan sebagai landasan pembangunan karakter sekaligus pilar penting dalam pendidikan nasional.

Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Tengah Prof Budi Prayitno juga mengusulkan Pramuka masuk dalam kurikulum pendidikan. Menurut dia, majunya suatu negara ditentukan oleh baiknya karakter anak bangsanya.

Menurut Budi, Pramuka adalah satu-satunya organisasi yang mendidik karakter anggotanya. "Saya menilai Pramuka itu harus masuk kurikulum. Entah itu dalam bentuk intrakulikuler maupun ekstrakulikuler karena pendidikan Pramuka mendidik karakter," kata Budi kepada Tempo.

SYAIPUL BAKHORI


Berita Lainnya:

14 Persen Minyak Sawit Telah Bersertifikat
Pemerintah: Stok Daging Sapi Jabodetabek Cukup
Pramuka Diusulkan Masuk Kurikulum Pendidikan
Pelajar Wonogiri Diwajibkan Bisa Baca-Tulis Quran
BP Migas Bubar, Lebih Lucu Ketimbang Srimulat

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X