Kronologi Pertemuan Maharani dan Ahmad Fathanah

Kronologi Pertemuan Maharani dan Ahmad Fathanah

Maharani Suciyono, gads yang ikut ditangkap KPK bersama Ahmad Fathanah, menggelar jumpa pers Selasa 5 Februari 2012 di Hotel Nalendra, Jakarta Timur

TEMPO.CO, Jakarta -Maharani Suciyono, 19 tahun, membeberkan kronologi awal pertemuannya dengan Ahmad Fathanah, tersangka dugaan suap kasus impor daging sapi. Dari pertemuan singkat itulah Maharani dan Fathanah bertemu di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada Selasa 29 Januari 2013.

Penjelasan Rani, sapaan Maharani, soal kronologis itu dipaparkan dalam jumpa pers di Hotel Nalendra, Jakarta Timur, Selasa malam, 5 Februari 2013. Menurut Rani sehari sebelum dipergoki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Le Meridien bersama Fathanah, ia bersama teman-temannya sedang berada di sebuah kafe di kawasan Senayan City, Jakarta.

Di kafe tersebut, ada juga Ahmad Fatanah, tapi mereka belum saling kenal. Saat Rani hendak ke toilet, mahasiswi sebuah universitas swasta di Jakarta ini diberikan secarik kertas oleh seorang pelayan. Isinya tertulis nama beserta nomor telpon Ahmad Fathanah. "Saya tanya ini buat saya atau teman saya, kata pelayan itu buat saya, dari bapak yang duduk disana," ujar Rani.

Namun, ketika pelayan memberikan kertas tersebut, Fatanah sudah tidak berada di tempat duduknya. Karena penasaran, Rani mencoba mengirim pesan singkat kepada nomor yang ada di kertas tersebut. "Dia bilang mau kenalan tapi enggak berani karena ada teman-teman," ujar Rani menirukan Fathanah.

Dalam pesan singkat tersebut akhirnya Ahmad Fatanah mengajak Rani bertemua pada Selasa malam 29 Januari. Ahmad Fatanah, kata Rani, hanya mengajak dinner di Hotel Le Meridien.

AFRILIA SURYANIS


Berita Populer:

Anas Diganti Ibas, Kata Ruhut
Begini Raffi Tanggapi Isu Rekayasa BNN
Abraham Samad Tak Pernah Jadi Caleg PKS
Diduga Gelapkan Pajak, Apa Kata SBY?
Kubu SBY Bermanuver, Anas Terdesak?

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X