Besok, La Nyalla Kembali Berkantor di PSSI

Besok, La Nyalla Kembali Berkantor di PSSI

La Nyalla M. Mattalitti. sportiplus.com

TEMPO.CO, Jakarta - La Nyalla Mattalitti akan kembali berkantor di Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai anggota komite eksekutif mulai besok, Jumat, 22 Februari 2013. "Selesai salat Jumat, saya ke PSSI sebagai anggota komite eksekutif," kata La Nyalla Mattalitti, Kamis, 21 Februari 2013.

Namun La Nyalla tidak memerinci lebih lanjut apakah kedatangannya ke PSSI beserta tiga anggota lain, yaitu yaitu Erwin Dwi Budiawan, Tonny Apriliani, dan Roberto Rouw.

La Nyalla Mattalitti cs sebelumnya diberhentikan PSSI dari jabatan karena dinilai melanggar etika organisasi. Mereka kemudian membentuk Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) dan mengontrol pelaksanaan Liga Super Indonesia (LSI).

Federasi Sepak bola Internasional (FIFA) dan Konfederasi Sepak bola Asia (AFC) akhirnya menginstruksikan kedua pihak berdamai. Namun, dengan syarat, keempat anggota yang dipecat tersebut kembali ke PSSI.

"Saya seharusnya kembali pada 7 Juni lalu saat penandatanganan nota kesepahaman dilakukan, tapi baru besok aktif kembali," kata La Nyalla.

Menanggapi rencana kembalinya La Nyalla ke PSSI, Deputi Sekretaris Jenderal PSSI bidang kompetisi, Hadiyandra, mengaku siap menerima dengan tangan terbuka. Menurut dia, tidak ada alasan untuk menolak kedatangan La Nyalla karena PSSI sebelumnya sempat mengundang untuk hadir di rapat komite eksekutif pada Januari lalu. "Tapi waktu itu ia tidak bisa hadir karena alasan ada agenda lain. Jadi, kalau besok ia ingin kembali, ya sah-sah saja, karena sebelumnya sudah pernah dipanggil," kata Hadiyandra.

ARIE FIRDAUS

Berita terpopuler lainnya:
Diberhentikan SBY, Bupati Aceng Membangkang
Agnes Monica, Selebritas Berpakaian Terburuk

Pecah Jalan Para Pimpinan KPK

Damar Tak Berniat Kritik Karya Andrea Hirata

Rasyid Rajasa: Saya Tak Bersalah

Bupati Aceng Gugat Keputusan SBY

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X