indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Kejaksaan Periksa Ahmad Fathanah Terkait Bank BJB

Kejaksaan Periksa Ahmad Fathanah Terkait Bank BJB

Luthfi Hasan Ishaaq bersama Ahmad Fathanah. Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta -- Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung hari ini, Rabu, 6 Maret 2013, menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. Tujuannya adalah memeriksa Ahmad Fathanah terkait dengan kasus dugaan korupsi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).

"Sekitar pukul 10.00 WIB tadi, tim penyidik ke KPK dan langsung memeriksa yang bersangkutan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi.

Ahmad Fathanah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Dari penyidikan sementara, penyidik Korps Adhyaksa menemukan aliran duit dari tersangka Yudi Setiawan, bos PT Cipta Inti Permindo kepada Ahmad Fathanah.

"Uang itu diduga berasal dari hasil pencairan kredit yang didapat dari Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk Cabang Surabaya," kata Untung.

Ihwal jumlah duit, Untung bungkam. Begitu pun saat disinggung keterkaitan Ahmad Fathanah dalam kasus korupsi pembobolan Bank BJB.

Kasus ini bermula saat Bank BJB menyetujui pemberian kredit usaha senilai Rp 55 miliar kepada PT CIP, perusahaan yang bergerak di bidang produsen dan distributor sarana pendidikan. Namun, dalam proposal pengajuan kredit, PT CIP hendak mengembangkan usaha pembuatan bahan baku pakan ternak.

Belakangan terungkap bahwa terjadi kesalahan prosedur dalam pengajuan kredit. Data analisis dan verifikasi sebagai syarat pengajuan kredit tidak sesuai. Hingga akhirnya kredit berakhir macet yang ujungnya merugikan keuangan negara.

Dalam kasus ini, penyidik Kejaksaan Agung sudah menetapkan lima tersangka, yakni YS (Direktur PT CIP), DPS (Direktur Komersil PT E Farm Bisnis Indonesia), DY (mantan Direktur Utama PT E Farm Bisnis Indonesia), ESD (Manajer komersil Bank BJB cabang Surabaya), dan EDA (Komisaris PT. Radina Niaga Mulia).

INDRA WIJAYA

Berita Terpopuler:
Hotma Sitompul: Semakin Lama Terbuka Kasus Raffi

Begini SMS Antara Yuni Shara dan Polisi Soal Raffi

Menkopolhukam: Pembubaran Densus 88 Berlebihan

Cerita Mahfud MD, Taufik Kemas, dan Jam Rolex

Krisdayanti: Yuni Kecewa Atas Tuduhan Itu

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X