Kuda Pacu dan Mobil Mewah Bupati Sula Maluku

Kuda Pacu dan Mobil Mewah Bupati Sula Maluku

Mobil milik Bupati Kepulauan Sula, Maluku Utara (Malut) Hi. Ahmad Hidayat Mus saat menonton Pacuan Kuda Talibo Derby 2013 di Arena Pacua Kuda Pulo Mas, Jakarta, Minggu (10/3). TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Besar Ketua DPRD Kabupaten Sula, Maluku Utara, Zainal Mus tampak 'ngejreng' di arena pacuan kuda Pulomas, Jakarta Timur, Ahad 10 Maret 2013. Selain karena selalu berjalan beramai-ramai, keluarga Zainal Mus kompak menggunakan atasan kuning. Jumlahnya sekitar 30 orang, mulai dari ibu-ibu, anak-anak, dan segelintir bapak-bapak.

Sekitar pukul 13.00, arena pacuan kuda dikhususkan untuk keluarga Mus. Sebanyak lima kuda yang ditunggangi joki anak-anak keluarga Mus bertarung. Kuda yang digunakan bukan kuda pacu, tapi kuda bonsai yang sering terlihat dipegang tukang-tukang kuda pinggir jalan.

Syhafa Mus mencapai finis paling pertama. Laki-laki berumur 10 tahun ini melempar ciuman kepada puluhan sanak keluarga yang menunggu di samping saat melewati garis finis. Meski tak kekar, kuda bernama Dorce berhasil membuat Syhafa jadi juara.

Seusai bertarung, rombongan keluarga Zainal Mus menonton pertandingan dari ruang VIP di lantai tiga arena pacu. Di sana mereka duduk-duduk di empat meja bundar yang saling bersebelahan.

Tampak juga Bupati Kepulauan Sula, Maluku Utara, Ahmad Hidayat Mus. Dia adalah kakak Zainal Mus. Keduanya terlihat berkonsentrasi mengamati pertandingan dengan bantuan teropong.

Di kalangan pegiat kuda pacu, keluarga Zainal Mus dikenal sebagai pemilik klub kuda pacu Taliabo. Klub ini juga yang menyelenggarakan perlombaan di Pulomas. Alex Asmasoebrata, pengusaha yang hobi kuda pacu, mengatakan klub Taliabo adalah pendatang baru yang berani membeli banyak kuda. "Klub ini punya ratusan ekor kuda," katanya.

Nama Taliabo makin jadi buah bibir ketika membeli kuda persilangan kuda Australia dan kuda lokal bernama Red Helinos. Red Helinos dibeli seharga Rp 500 juta. Padahal, kata Alex, harga wajar untuk kuda mahal berkisar di angka Rp 200 juta.

Di sela pertandingan, Ahmad Hidayat Mus pulang terlebih dahulu. Ia mengendarai mobil Land Cruiser Lexus dengan nomor polisi B 206 AHM. Ia menolak diwawancara. Sekitar pukul 17.00, seluruh keluarga besar Zainal Mus pulang meninggalkan Pulomas.

Tungangannya macam-macam, ada dua Toyota Alphard Vellfire, satu Audi Q7, Land Cruiser Cygnus nomor polisi B 206 MUS. Tak satupun dari mereka yang menghiraukan permintaan wawancara.

ANANDA BADUDU

Berita terpopuler lainnya:
Polda Temukan Kartu Intelijen di Mobil Hercules

Wawancarai Aher, Sejumlah Wartawan Dipukul Petugas

Jokowi Ikut Nonton Music Bank Jakarta

Curhat Rustriningsih Kenapa Tak Lolos Cagub

Rustriningsih Ditolak PDIP Karena Tak Santun Berpolitik

Eunhyuk Ingin Belajar Bahasa Indonesia

Modus Golden Traders Mirip Perusahaan di Malaysia

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X