indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Permadi: Mosok Iya Nenek-Kakek Bikin Kudeta

Permadi: Mosok Iya Nenek-Kakek Bikin Kudeta

Permadi. TEMPO/Gunawan Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta--Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia membantah akan melakukan kudeta pada tanggal 25 Maret 2013 mendatang. MKRI mengaku hanya akan meminta pemerintahan SBY-Boediono untuk lengser secara baik-baik.

"Mosok iya kudeta dilakukan oleh kakek-kakek dan nenek-nenek," ujar anggota Presidium MKRI Permadi di bilangan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Jumat 22 Maret 2013. Menurut dia, MKRI tidak memiliki kemampuan untuk melakukan kudeta bersenjata.

"Kami ini cuma berapa orang sih? Apa iya kami bisa kudeta?" kata Permadi. Politikus Partai Gerindra ini menilai isu kudeta yang ditujukan pada kelompoknya sangat berlebihan.

Ketua Presidium MKRI Ratna Sarumpaet menyebut SBY menyadari kalau dirinya salah. "Dia (SBY) tahu banyak salah, dan dia tahu juga kami tahu kesalahannya," ujar Ratna.

MKRI dalam aksinya tanggal 25 Maret nanti berencana untuk mendesak Pemerintahan SBY-Boediono turun. "Pemerintah sekarang ini sudah gagal, dan sudah inkonstitusional," kata Ratna.

"Untuk itu kami ingin meminta SBY-Boediono untuk turun secara baik-baik," ujar anggota Presidium MKRI Hatta Taliwang. "Kami mau SBY resign saja jadi presiden," lanjut Hatta.

Sebelumnya, muncul isu akan ada kudeta untuk menggulingkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 25 Maret mendatang. Isu kudeta sebenarnya sudah kerap diembuskan pada 2011 dan 2012 lalu. Semuanya tidak pernah terjadi. . Simak hembusan isu kudeta di sini.

SUBKHAN

Topik Terhangat: Krisis Bawang || Hercules Rozario || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Baca juga:

Jenderal Polisi Tajir, Hartanya Dinilai Tak Wajar

Mahfud MD: KPK Tak Perlu Izin Menyadap

Lima Kasak-kusuk Jelang KLB Demokrat

Soal Santet dan Zina, Komisi Hukum Kunjungi Eropa

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Keinginan untuk menurunkan pemerintah sekarang memang ada itu diucapkan sendiri secara ber-api2 oleh Sarumpait di TV one,minggu malam dan sekarang diubah seakan issu itu dilontarkan oleh pihak Istana,sepertinya di-bolak balik.Ini tidak baik,tidak jujur,dan tidak konsisten dengan perjuangan.Kenapa demikian? karena tidak laku.Mereka mencoba mengharap dapat tanggapan dan dukungan dari masyarakat seperti Sarumpait menyebut people power tapi mereka kecewa,mahasiswapun mempertanyakan motifnya,maka dibaliklah malah menuduh dan memfitnah.Bagaimana mendapat simpati masarakat dengan cara2 tidak jujur bahkan balik memfitnah......kalau mau berjuang berjuanglah dengan cara konsisten,ra'yat akan menilai,dirikan partai misalnya disitu akan terlihat didukung atau tidak.....jangan mengatakan semua sudah tidak baik. Ingat jangan menambah kekisruhan masarakat.......
1
5
yg jelas saat ini indonesia sedang mengalami "krisis kepemimpinan,,".. kalaupun terjadi kudeta saat ini siapa yg bakalan ngegantiin posisi kepresidenan indonesia,, karena saat ini belum ada calon yang tepat,, awalnya gembar gembor untuk kepentingan rakyat,, kalau udah jadi juga,, rakyat di kesampingkan,, rakyat cuma jadi alat untuk menuju kekuasaan setelah itu juga rakyat di nomor sekiankan,,,
Wajib Baca!
X