Begini Tahanan LP Sleman Dipilah Penembak

Begini Tahanan LP Sleman Dipilah Penembak

Sejumlah kerabat menunggu empat jenazah korban penembakan sebelum dibawa ke Kupang, NTT, di RS. Dr. Sardjito, Yogyakarta, Senin (25/3) dini hari. Keempat jenazah tersebut yakni Yohanes Juan Manbait, Gameliel Yemiyanto Rohiriwu, Adrianus Candra Gajala dan Hendrik Benyamin Sahetapy korban penembakan di Lapas 2B Cebongan, Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari lalu. ANTARA/Noveradika

TEMPO.CO , Jakarta: Sebanyak 31 tahanan di blok A 5 lembaga pemasyarakatan kelas II B Cebongan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dipaksa bertepuk tangan. Aksi itu dilakukan usai seorang eksekutor dari kawanan bersenjata itu menembak mati empat tahanan yang berada dalam satu sel dengan 31 tahanan lainnya.

"Ya, mereka dipaksa eksekutor bertepuk tangan," kata penyidik Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mimin Dwi Hartono di lapas Cebongan, Selasa petang.

Sumber Tempo menyebutkan, saat tepuk tangan, ada salah satu tahanan meneriakkan yel untuk salah satu korps di TNI. Teriakan itu membuat eksekutor marah. "Siapa teriak? Saya tembak kamu!" kata sumber menirukan ucapakan eksekutor.

Keempat tahanan yang ditembak adalah Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga (Dedi), Yohanes Juan Mambait, Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu (Adi). Sebelum menembak, eksekutor menanyakan siapa saja keempat orang tersebut. "Siapa kelompoknya Deki (Hendrik Angel Sahetapy)?" kata pelaku.

Pertanyaan tersebut sempat diulang tiga kali. Lantaran tak digubris oleh 35 tahanan di sel nomor 5 yang ketakutan, seorang eksekutor menembakkan senjata laras panjangnya untuk mengintimidasi. "Yang bukan kelompoknya Deki, ke sini!" kata eksekutor sambil menunjuk ke sisi timur.

Di sisi barat tinggal tiga orang. Mereka adalah Deki, Juan, dan Dedi. Mereka langsung dieksekusi dengan cara diberondong tembakan oleh satu orang eksekutor. Kemudian, lanjut sumber Tempo, pelaku mencari satu tahanan lainnya, yakni Adi yang ternyata bergabung dengan 31 tahanan lainnya di sisi timur. "Mungkin pelaku mengenali wajahnya yang berbeda dengan tahanan lain. Langsung ditembak," kata sumber tadi.

Posisi Adi dekat dengan dinding kamar mandi di tengah ruang sel yang memisahkan sisi timur dan barat. (Baca lengkap: Serangan Penjara Sleman)


PITO AGUSTIN RUDIANA

Topik Terhangat Tempo.co: Kudeta || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

Berita Terkait

Kata Polisi Soal Tersangka Serangan Penjara Sleman

Pangdam Diponegoro: Kami Tak Terlibat di Cebongan

Pramono Edhie Pernah Dipanggil Om oleh Anaknya

Komnas HAM: Kasus Penjara Sleman Terkesan Ditutupi

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
4
kalo lihat komen-koment di macam macam berita online, pertanyaannya apa alasanKOMNAS HAM ngebela Preman Preman ini ? mengapa begitu sentimen dg tentara?..bukannya tujuan hukum ditegakkan untuk kesejahteraan masyarakat. sekarang masyarakat yogya senang lho preman ntt kabur. PLS chek dech.... ada baiknya ngebantu janda juan,janda santoso & mahasiswa NTT yg terintimidasi oleh yg bukan mereka lakukan.
0
4
Menurut pengamatan saya, preman2 NTT ini sangat kejam dan sadis. Bayangkan, cuma gara-gara senggolan aja, tega membunuh orang!!!. Kalau dibiarkan, preman2 NTT ini bisa merusak citra kota Yogyakarta, merusak budaya dan tatanan Jawa. Naik motor, kemana-mana tidak mau pake helm, berjalan zig-zag tanpa lampu!!!. Menganiaya, membunuh orang mereka anggap biasa. Apalagi si Diki, tahun 2002, gara-gara saling lihat dengan anak Papua, eee... anak Papua itu dikeroyok 6 orang, kepalanya dipukul dengan pot kembang sampai pecah dan mati. Apa ini gak sadis!!! Apa manusia seperti ini masih layak dibela HAM nya!!!!!.
0
1
Pembunuhan dibayar dengan pembunuhan, itu sudah sah menurut agama apapun. Seperti Diki, harusnya dibunuh 2 kali, karena sudah membunuh 2 orang untuk kasus yang berbeda. KEMUNGKINAN, setelah 4 orang itu, masih ada lagi preman NTT yang dibantai, termasuk Ito yang sekarang masih mendekam di Cebongan. Tetapi KEMUNGKINAN yang membantai masyarakat. Karena Ito itu juga sadis dan kejam, bayangin aja, orang pacaran ditodong, motor dan ceweknya dibawa. Ceweknya dah disekap semalem di kosnya. Preman-preman NTT ini memang harus dimusnahkan dari Yogyakarta. Kasihan nanti, mhs2 NTT yang baik-baik bisa kena getahnya, hanya karena ulah preman NTT ini.
0
5
inilah akibatnya apabila premannisme dibiarkan merajalela...aparat aja berani mereka bunuh apalagi masyarakat biasa...selama ini premanisme dibiarkan begitu saja, saat ada yg bertindak disalahkan (walaupun caranya memang salah) pesan sy buat para perantau kalau cuma mau jadi preman jgn datang kekampung orang tar tinggal nunggu aja kamu dimatiin putra daerah tersebut
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X