indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Di Manado, Remaja Hamil di Luar Nikah Meningkat

Di Manado, Remaja Hamil di Luar Nikah Meningkat

Steadyhealth.com

TEMPO.CO, Manado - Jumlah remaja yang hamil di luar nikah di Kota Manado dan sekitarnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Fakta tersebut diketahui berdasarkan hasil riset yang dilakukan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara.

Direktur PKBI Sulawesi Utara Jennifer Mawikere memaparkan pada saat dilakukan riset pertama tahun 2009, jumlahnya baru mencapai 55 orang. Namun, pada riset tahun-tahun berikutnya, angkanya terus bertambah.

Tahun 2010, angkanya naik menjadi 254 remaja. Kemudian pada 2011 naik lagi menjadi 454 remaja dan pada 2012 mencapai 521 remaja. ”Jumlah ini cukup tinggi karena mencapai 35,01 persen dari total remaja dan bukan remaja yang kami riset," kata Mawikere, Rabu, 3 April 2013.

Menurut Mawikere, tingginya jumlah remaja yang hamil di luar nikah disebabkan kurangnya pendidikan kesehatan reproduksi remaja (Adolensence Reproductive Health). Akibatnya, mereka tidak tahu cara mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. "Kami tidak bermaksud melegalkan hubungan seks bebas. Akan tetapi, berbahaya jika kita tak mengajarkan pendidikan kesehatan reproduksi remaja sejak dini,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan seorang pembimbing di PKBI Sulawesi Utara, Dewi Astrini Pelealu. Apalagi saat ini kecenderungan pola hubungan antarremaja di Manado sangat rentan terhadap terjadinya kehamilan di luar nikah. ”Pentingnya pemahaman tentang reproduksi bukan hanya untuk kalangan remaja, tetapi juga para orang tua," ucapnya.

ISA ANSHAR JUSUF

Topik Terhangat:
EDISI KHUSUS Guru Spiritual Selebritas || Serangan Penjara Sleman|| Harta Djoko Susilo|| Nasib Anas

Baca juga:

Ini Kaus Oblong Paling Mahal di Dunia

Filipina Siap Evakuasi Warga dari Korea Selatan

Korut Operasikan Lagi Reaktor Nuklir Era Soviet

Khaled Meshaal Kembali Pimpin Hamas


Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Jika diberi pendidikan agama, insya Allah hal demikian bisa dihindari. Pendidikan karakter juga sangat berperan. Percuma ada pendidikan reproduksi jika tidak punya karakter. Jika punya karakter maka si anak akan bisa menolak, tidak mau pacaran dulu karena punya tanggung jawab terhadap orang tua dll. Jika tidak punya karakter, lihat percakapan ini: Cowok: Sayang, ML yuk... Cewek: Ogah ah... Cowok: Ya udah kita putus... Cewek: Kok putus.. Cowok: Kamu itu kampungan, ini jaman modern tau... Dan bla...bla... bla.., dapat deh tu cewek, pertama memang pakai kondom, tapi lama2 crot dah didalam..., ha...ha.. Coba dipikir dulu sebelum bicara....! Yang benar itu adalah pendidikan karakter dan Ilmu agama. Percayalah dua hal itu sangat kuat untuk mencegah hal2 negatif...
Wajib Baca!
X