Wakil Bupati Bondowoso Golput

Wakil Bupati Bondowoso Golput

ANTARA/Rahmad

TEMPO.CO, Bondowoso - Wakil Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Haris Sonhaji, tidak menggunakan hak suaranya dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso yang berlangsung Senin, 6 Mei 2013. Hingga batas akhir pencoblosan pukul 13.00 WIB, Haris tidak muncul di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 05 Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang. "Sampai batas terakhir, beliau tidak datang menggunakan hak pilihnya," ujar Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) 05, Halik Arifanto.

Haris secara terang-terangan mengatakan dirinya bersikap golput. "Saya memang tidak nyoblos. Pilkada ini sejak awal cacat," katanya ketika dimintai konfirmasi oleh Tempo ihwal alasannya tidak mencoblos.

Menurut Haris, sikap golput diambilnya bukan semata-mata karena dirinya tidak lolos verifikasi sebagai calon bupati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Februari 2013 lalu. Namun, perkembangan politik menjelang pilkada tidak sehat. "Percuma saja saya nyoblos. Semua sudah diatur untuk memenangkan inkumben. Tapi konyolnya KPU masih meneruskan proses pilkada," ucapnya.

Haris menegaskan dirinya tidak takut dengan risiko atas sikap golputnya itu. Meskipun sebagai pejabat publik, dia menyatakan ingin memberi pelajaran politik bagi masyarakat. "Kalau saya nyoblos, justru membodohi masyarakat," katanya tegas.

Hasil sementara perolehan suara hingga siang ini, khususnya di TPS 05, pasangan nomor urut 1, Mustawiyanto-Abdul Manan (MuNa), yang disebut-sebut sebagai calon ”boneka”, mendapat dukungan 74 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2, yang juga inkumben Amien Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja) meraup 109 suara. "Suara tidak sah sebanyak 74 suara," tutur Halik.

Menurut Halik, di TPS 05 tercatat 512 pemilih. Namun, yang hadir ke TPS cuma 256 orang.

Sebelumnya diberitakan, proses Pilkada Bondowoso diwarnai banyak kejanggalan. Sejumlah pasangan dinyatakan gugur saat verifikasi, yakni pasangan Haris Sonhaji-Hariamas (Harisma), Soeroso-Darmaji (Soma), dan Bakhtiar Lutfi-KH. Saiful Rijal (Bisa). Karena hanya tersisa satu pasangan, yakni Amien Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja), lalu muncul duet Mustawiyanto-Abdul Manan (MuNa).

MAHBUB DJUNAIDY

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X