Istri Gubernur Inkumben NTT Terseret Politik Uang

Istri Gubernur Inkumben NTT Terseret Politik Uang

Direktur Bank Mandiri Pahala N Mansury (kanan) di saksikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Drs. Frans Lebu Raya (kiri) dan Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch (tengah) serta perwakilan masyarakat Labuan Bajo pada launching program di Kampung Ujung, Labuan Bajo, (8/5). Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Kupang - Istri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Lusia Adinda Lebu Raya, terancam dikenakan pasal pidana terkait kasus dugaan politik uang yang dilakukannya di Desa Tubuhue, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).


"Money politics masuk kategori pidana," kata Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum NTT, Nelci Ringu, kepada wartawan saat memantau pelaksanaan pencoblosan di Kupang, Kamis, 23 Mei 2013.


Panwaslu Timor Tengah Selatan menemukan Lusia membagi-bagikan uang kepada masyarakat di Kabupaten TTS menjelang pelaksanaan pemilu kepala daerah (Pilkada) Gubernur NTT putaran kedua di daerah itu. Kali ini gubernur inkumben, Frans Lebu, dan wakil gubernur inkumben, Esthon L Foenay, saling berhadapan.

Panwaslu Kabupaten TTS, kata Nelci, masih mengumpulkan data-data terkait dugaan politik uang itu dengan mengambil keterangan para saksi penerima uang, hasil foto, dan rekaman video dari anggota panwas kecamatan. "Sudah 11 saksi yang diperiksa terkait dengan kasus ini," katanya.

Nelci mengatakan saksi mengaku melihat dan menerima uang yang dibagikan kepada masyarakat di desa tersebut. Dana yang diberikan bervariasi, antara Rp 100 dan 200 ribu.


Bukti awal yang sudah disita Panwaslu berupa uang, foto dan video saat pembagian uang. "Kami hanya mengumpulkan bukti awal," katanya.



Usai mengumpulkan bukti dan keterangan, kata dia, panwaslu akan melakukan kajian. "Apakah unsur-unsurnya terpenuhi. Jika terpenuhi, maka akan terus diproses ke penyidik," katanya.

Menurut Nelci, Lusia sudah dipanggil untuk mengklarifikasikan masalah itu. Tapi siang ini dia tidak memenuhi panggilan panwaslu. "Surat panggilannya sudah," kata Nelci.





YOHANES SEO

Berita terhangat:


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X