Gagal ke Indonesia, Van der Vaart Minta Maaf

Gagal ke Indonesia, Van der Vaart Minta Maaf

Pemain Belanda Rafael van der Vaart melakukan selebrasi setelah berhasil mencetak gol ke gawang Portugal pada pertandingan Gurp B Euro 2012 di Kharkiv, Ukraina (18/6). AP/Manu Fernandez

TEMPO.CO, Belanda - Gelandang Hamburger SV, Rafael van der Vaart, meminta maaf kepada para pencinta sepak bola di Tanah Air karena tidak dapat tampil dalam laga persahabatan Belanda melawan Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat, 7 Juni 2013. Ia absen karena tengah dibekap cedera otot achilles.

“Baru saja kembali dari pemusatan timnas Belanda, sayangnya saya mengalami cedera pada otot achilles di tumit. Jadi saya tidak dapat berkunjung ke Indonesia dengan tim,” twit mantan pemain tengah Tottenham Hotspur itu di akun Twitter miliknya @rafvdaart, Kamis, 30 Mei 2013.

Van der Vaart menambahkan, “Untuk semua penggemar yang sudah menulis tweet meminta saya datang, saya minta maaf tidak dapat berada di sana. Tapi, terima kasih atas pesan Anda yang luar biasa.” Selain Indonesia, jebolan akademi Ajax Amsterdam ini, juga tidak dapat berkunjung ke China pada 11 Juni mendatang.

Meski Van der Vaart absen, pecinta sepak bola Tanah Air tetap masih bisa melihat aksi sejumlah pemain top timnas Belanda lainnya yang pastinya tidak kalah hebat. Mereka antara lain, Robin van Persie, Wesley Sneijder, Klaas Jan Huntelaar, dan Dirk Kuyt.

Van der Vaart mendapat cedera otot achilles ketika sedang mengikuti pemusatan latihan timnas yang digelar di Hoenderloo, Belanda. Setelah menjalani serangkaian tes medis, dokter pun meminta mantan suami dari model cantik, Sylvia Meis, itu untuk meninggalkan pemusatan latihan.

SINGGIH SOARES TONCE



Topik Terhangat:

Tarif Baru KRL
| Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah

Baca Juga:

Milan Segera Pastikan Masa Depan Allegri

Lawan Fergie, Pogba Dijuluki 'Nelson Mandela' 

Benny Dollo Pasrah Andik Batal ke Persija  

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X