Pasar Cisalak Ludes Terbakar, Diduga Disengaja

Pasar Cisalak Ludes Terbakar, Diduga Disengaja

Kebakaran yang terjadi di pabrik pengolahan limbah plastik di kawasan padat penduduk kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (15/5) diduga disebabkan oleh korsleting arus listrik. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Depok - Ratusan toko di pasar Cisalak, Cimanggis Depok ludes terbakar pada Kamis, 30 Mei 2013. Belum tahu pasti apa penyebab kebakaran itu, namun salah seorang pemilik kios yang terbakar, Maswan, 55 tahun, menduga toko itu sengaja dibakar.

"Toko ini sebentar lagi mau direhab. Saya pikir ini (kebakaran) sengaja karena mau dibongkar," kata Maswan kepada Tempo dilokasi kebakaran, Kamis, 30 Mei 2013.

Kebakaran mulai diketahui sekitar pukul 21.30. Saat itu seorang pedagang sayur tiba-tiba melihat api merambat di lantai dasar pasar, yaitu tempat penjualan ikan, daging, dan sayuran. Api terus merambat sehingga menuju lantai dua dan membakar labih dari seratus toko pakaian, mainan, dan emas. Menurut Maswan, toko yang terbakar sekitar 200 buah. "Semuanya terbakar, ujung ke ujung," kata dia.

Maswan sendiri memiliki tiga toko pakaian di lantai dua. Menurut dia, hampir seluruh barang-barangnya ludes terbakar karena saat itu keadaan toko sedang tutup dan sepi. Dirinya terlambat untuk menyelamatkan barang-barangnya. Maswan mengaku, salah satu tokonya baru diisi dengan pakaian yang baru dibelinya dengan modal Rp 300 juta. "Kalau kerugian dari tiga toko itu sebesar Rp 1 miliar," kata dia.

Maswan pasrah karena sebenarnya dia tidak memiliki asuransi apa-apa untuk tokonya itu. Dia mengaku bingung kemana dia harus memintai pertanggungjawaban dan mengadu. "Tidak satupun saya asuransikan," kata dia.

Sampai pukul 1.00, petugas pemadam kebakaran dan kepolisian masih berusaha memadamkan api. Namun, karena besarnya api membuat para petugas kesulitan. Terlihat ada sekitar 20 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

Menurut Danru Ketertiban Pasar, Dedi Suryadi, yang melihat api pertama kalinya adalah para pedagang yang sedang mempersiapkan daganganya. Mereka melihat api membesar dari lantai basement yang biasa digunakan untuk menjual ikan. Dia membenarkan pada saat kejadian semua toko di lantai dua telah tutup.

"Api berasal dari basement gedung. Pertama kali yang melihat api muncul yaitu pedagang sayur yang baru menaruh jajakan barang daganganya," katanya.

Ditanya apa penyebab kebakaran itu, Dedy tak mau berspekulasi. Dia mengaku sampai saat ini dirinya pun belum mengetahui apa penyebab kebakaran itu karena api masih dijinakan. "Kalau apa sebabnya kami belum tahu," katanya.

ILHAM TIRTA



Topik Terhangat:
Tarif Baru KRL
| Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha | Ahmad Fathanah


Berita Terpopuler

Bagikan KJS, Jokowi Disebut Pencitraan

Penulis Surat Pembaca Keberatan Didenda Rp 1 M

Jaksa Sebut Hercules Ancam Polisi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul = ; $foto_slide_judul =
Wajib Baca!
X