Proyek Busway Ciledug-Blok M Terancam Batal

Proyek Busway Ciledug-Blok M Terancam Batal

Bus TransJakarta. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Tangerang - Proyek pembangunan busway Ciledug-Blok M yang digagas oleh pemerintah DKI Jakarta dan pemerintah Kota Tangerang terancam batal. Sebab, kondisi jalan yang akan dijadikan jalur tersebut sangat tidak memungkinkan. Selain sempit, di kawasan Ciledug belum tersedia terminal.


"Lahan yang sempit serta terlalu banyak konflik yang harus diatasi," ujar Wali Kota Tangerang, Wahidin Halim, Ahad, 2 Juni 2013.


Wahidin menjelaskan, kondisi eksisting jalan untuk rute busway dari Blok M menuju Ciledug tidak memadai karena saat ini saja lebar jalan di Ciledug hanya 12 meter. Sedangkan untuk jalur TransJakarta membutuhkan setidaknya lebar jalan 20 meter. Apalagi sepanjang jalan yang akan dijadikan jalur busway sudah dipenuhi pertokoan, pemukiman warga, dan pembangunan di kawasan Ciledug juga sudah begitu padat.

"Konflik lalu lintas untuk jalur Ciledug-Blok M terlalu tinggi, seperti di Cipulir, Kreo, Larangan, dan Ciledug," katanya.


Persoalanya lainnya, Wahidin menambahkan, di kawasan Ciledug belum terdapat terminal. Tentu ini sangat menyulitkan bagi armada busway untuk berhenti dan berputar arah menjemput-menurunkan penumpang dari Ciledug menuju Blok M. Pemerintah Kota Tangerang pada awalnya berniat membangun terminal Ciledug di kawasan Puri Beta, tetapi rencana itu ditolak warga perumahan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Ivan Yudianto mengakui kendala lahan dan konflik lalu lintas yang tinggi menjadi kendala utama terealisasinya proyek busway Ciledug-Blok M tersebut. "Saat ini kami masih berkoordinasi dengan DKI untuk mencari solusi atas permasalahan ini," katanya.


Salah satunya, kata dia, pemerintah DKI dan Kota Tangerang sedang membahas rencana pembangunan jalan layang khusus bus di media jalan Raya Ciledug hingga Larangan yang menjadi perbatasan dengan DKI Jakarta. "Sekarang sedang dilakukan studi kelayakan," kata Ivan.

Jalan layang ini, kata dia, sangat dimungkinkan dibangun di jalur Ciledug karena minimnya lahan. "Jalan layang dibangun di atas median jalan," kata Ivan. Jalur khusus kendaraan jenis bus ini, kata dia, untuk memfasilitasi kendaraan transportasi massal ke Ibu Kota. "Jika dari Ciledug-Larangan panjangnya sekitar 7 kilometer," kata Ivan.


Saat ini, pemerintah DKI Jakarta dan Kota Tangerang juga tengah menyiapkan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). "Kalau jalur APBT tidak ada masalah karena tidak menggunakan jalur khusus," kata Ivan.

JONIANSYAH



Topik terhangat:
Tarif Baru KRL
| Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha |Fathanah

Baca juga
EDSUS GENG MOTOR

Calon Kapolri Bocor, Kompolnas Protes Komnas HAM

Adik John Kei Tewas Ditembak

Inter Dibeli Erick Thohir, Ini Komentar Zanetti

SBY Dapat World Statesman Award, Beri 4 Janji

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X