Hujan Abu Landa Lereng Merapi

Hujan Abu Landa Lereng Merapi

Anggota tim SAR menyisir Kali Gendol untuk mencari kemungkinan korban lain yang terjebak banjir lahar hujan di kelurahan Kepuharjo, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman, DI. Yogyakarta, Selasa (12/2). Akibat hujan deras di puncak Merapi sejak siang, terjadi banjir lahar hujan di Kali Gendol yang menyebabkan satu orang penambang pasir meninggal dunia dan 3 orang penambang lainnya luka-luka sementara sebanyak 6 truk pengangkut pasir dan1 alat berat terkubur material. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, SLEMAN-Hujan abu tipis melanda lereng Gunung Merapi, Senin 10 Juni 2013. Hujan abu itu akibat embusan asap sulvatara Gunung Merapi yang terjadi sebanyak dua kali. Hujan abu itu melanda Ngadirojo, Tlogo Lele, Selo, Boyolali.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono melalui pesan singkatnya mengatakan, keluarnya asap putih tebal tersebut teramati secara visual. Namun embusan itu dengan tekanan sedang, condong ke barat.

"Tingginya asap tidak bisa diukur, karena saat itu kondisi di sekitar puncak berkabut dan tidak tampak. Akibatnya, terjadi hujan abu tipis di sekitar lereng Merapi," kata Surono, Senin (10/6).

Embusan asap tersebut terjadi pada pukul 06.55 WIB dan 07.02 WIB. Pada hembusan yang kedua, asap lebih kecil dan hanya terlihat dari Pos di Kaliurang, Sleman.

Namun, dari data kegempaan dan deformasi tidak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas gunung api itu. Maka satusnya saat ini masih aktif Nornal.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Sleman, Yulianto mengatakan, hujan abu tipis tersebut, tepatnya berada di Ngadirojo, Tlogo Lele. Meskipun ada hujan abu, sampai saat ini juga belum ada dampaknya.

"Dua kali embusan asap itu selama sekitar tujuh menit," kata dia.

Adanya embusan itu karena tekanan dari kawah gunung. Ketika ada tekanan maka langsung terlepas begitu saja.

MUH SYAIFULLAH

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Musik/Film

Wajib Baca!
X