indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

3 Kantong Lahar Akan Dibangun di Lereng Merapi

3 Kantong Lahar Akan Dibangun di Lereng Merapi

Dam Sabo Kalikuning dipenuhi dengan lahar dingin Gunung Merapi. TEMPO/Muh Syaifullah

TEMPO.CO, Yogyakarta - Daya tampung 244 unit sabo dam di 14 sungai, di lereng Gunung Merapi, hanya sekitar 20 juta meter kubik material vulkanik. Padahal, pasca-erupsi 2010, material vulkanik yang masih tertinggal sekitar 70 juta meter kubik.

Untuk menampung longsoran material vulkanik, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak akan membangun kantong lahar di tiga desa di Kecamatan Cangkringan. Yakni Desa Argomulyo, Glagaharjo, dan Wukirsari.

"Saat ini, kami masih menunggu kesepakatan. Dana yang dibutuhkan Rp 500 miliar, dana loan dari Jepang," kata Pejabat Pembuat Komitmen Penanggulangan Lahar Gunung Merapi, Dwi Purwantoro, Rabu, 12 Juni 2013.

Kemungkinan besar kesepakatan itu akan dilakukan Oktober 2013. Jika disetujui, proyek kantong lahar itu dilakukan pada 2014. Dana itu tidak serta-merta turun sebanyak Rp 500 miliar. Namun ada tenor selama lima tahun.

Pinjaman lunak itu akan digunakan dalam tiga macam kegiatan. Selain pembangunan kantong lahar, juga untuk divertion channel atau saluran pengelak di Sungai Putih, Magelang. Juga prioritas rehabilitasi dam sabo.

Pada tahap awal, Balai Besar juga akan membebaskan lahan milik warga seluas 10-15 hektare untuk membuat kantong lahar yang bisa menampung material sebanyak 500 ribu sampai 1 juta meter kubik.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Sumber Air, Dwi Cahyo Handono, mengatakan sarana kantong lahar itu dibangun untuk mendukung fungsi sabo dam. Jadi, material yang belum bisa tertampung sabo dam bisa tertampung di kantong-kantong lahar tersebut. "Kantong lahar sudah diterapkan di Kali Putih Magelang," kata dia.

Sebagai pemberi rekomendasi teknis, dia meminta masukan dari berbagai kalangan. Pembuatan kantong lahar itu juga akan disosialisasikan kepada masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat, seperti Wahana Lingkungan Hidup.

MUH SYAIFULLAH



Berita Lainnya:

Hidayat Nur Wahid: PKS Memang Main di Dua Kaki

Laris Manis Lelang Barang Gratifikasi di KPK
Dolar Tembus Rp 10.000, BI Guyur US$ 100 Juta/Hari
Jokowi Ganti Dua Direktur RSUD
Apa Saja Kelebihan iOS 7?

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
1
0
Tapi jangan dikorupsi/di-mark up/di-down spec yah...
0
0
Menurut saya yang perlu diperhatikan dalam pembangunan sarana kantong lahar ini adalah (1) kesiapan lahan, diperlukan koordinasi dengan pihak pemkab Sleman dan pemda DIY selaku penanggung jawab penyediaan lahan sarana kantong lahar, (2) analisa dampak lingkungan, apakah pembangunan sarana kantong lahar ini malah membawa masalah baru bagi masyarakat yang berdomisili di daerah aliran sungai (aliran lahar), (3) sosialisasi yang intensif pada masyarakat yang berdomisili di daerah aliran sungai, (4) proses pemangunannya benar-benar dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, mengingat dana pembangunannya berasal dari pinjaman, serta untuk menepis dugaan adanya 'fee proyek' dari pihak penyedia jasa kepada pengguna jasa pada proyek penanggulangan lahar Gunung Merapi ...
Wajib Baca!
X