indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Soal Lurah Susan, Ini Kata Gus Sholah

Soal Lurah Susan, Ini Kata Gus Sholah

Sholahudin Wahid. TEMPO/Arie Basuki

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga Lenteng Agung menolak kepemimpinan Susan Jasmine Zulkifli sebagai lurah Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan menolak karena beragama nasrani. Tokoh HAM, Salahuddin Wahid angkat bicara soal ini. Ia menilai, terpilihnya seorang pemimpin karena kemampuannya dalam memimpin. "Yang terpenting, ia mampu untuk memimpin, jujur, dan memenuhi syarat administrasi," kata Salahuddin saat dihubungi Tempo, Jumat 23 Agustus 2013. (Baca: Pro Kontra Penempatan Lurah Lenteng Agung)

Warga Lenteng Agung yang menolak kepemimpinan Lurah Susan membentuk Forum Penolak Penempatan Lurah Lenteng Agung. Mereka mengancam mengadakan unjuk rasa di Balai Kota dan menyampaikan petisi penolakan atas Lurah Susan Jasmine Zulkifli. (Baca: Penolak Lurah Lenteng Agung Ancam Demo Balai Kota)

Menanggapi hal tersebut, Gus Sholah berpendapat, Gubernur dan wakilnya mesti bersikap tegas dalam menanggapi kasus ini. Ia meminta Jokowi-Ahok bersikap profesional. "Jokowi-Ahok harus tegas serta mengkomunikasikannya dengan baik kepada warga yang menolak," katanya. Sebab, menurut Gus Sholah, kasus intoleransi dan diskriminasi akan mewabah bila terjadi pembiaran. (Baca: Ahok Tak akan Ganti Lurah Lenteng Agung)

RINA ATMASARI

Terhangat:
Sisca Yofie |Suap SKK Migas | Penembakan Polisi | Pilkada Jatim



Berita Lainnya:
Lurah Lenteng Agung Demen Blusukan
Penolak Lurah Lenteng Agung Ancam Demo Balai Kota
Ahok Tak akan Ganti Lurah Lenteng Agung
Pro Kontra Penempatan Lurah Lenteng Agung
Puan: Jokowi Hanya Maju Lewat PDIP
Lulung: Saya Menang, Ucu Menganggur
Rencana Jokowi Promosikan Blok G Tanah Abang

Komentar (7)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Mewaspadai Gerakan Perusak Islam yang berkedok Islam OPINI | 27 October 2013 | 21:44 Dibaca: 4047 Komentar: 154 54 Setidaknya ada 3 kedok Islam yang dipakai gerakan ini, kita jangan sampai terkecoh. Pertama – Kedok label, gerakan ini selalu memakai label Islam, misalnya :Ormas yg Arogan/Brutal. dll. Kedua – Kedok Atribut, gerakan ini selalu berpakaian Islami, misalnya : memakai sorban, serba putih dan berjenggot. Ketiga – Pimpinan dari gerakan ini menyebut dirinya sebagai habaib-habaib, yang menurut mereka berarti keturunannya Rosululloh. Didalam AlQur’an disebutkan, Laa ikroha Fiddiini bahwa tidak ada paksaan dalam agama, bahkan didalam UUD 45 pun mengatakan demikian, bahwasanya Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk beragama, AlQur’an juga menyebutkan didalam Surat AlHajji, haram hukumnya merusak tempat ibadah, masjid, gereja, sinagog, dll, Aliansi Kebangsaan untuk Kemerdekaan Beragama itukan sudah sesuai dengan Laa Ikroha Fiddiini, kenapa diserang (ingat tahun 2008 di Monas), inikan bertentangan dengan AlQur’an dan UUD 45. Semua Umat Islamkan menunaikan sholat, didalam sholat itukan pasti diakhiri dengan salam,Assalaamu’alaikum Wr Wb. (keselamatan atas kamu semua (masyarakat) dan mudah-mudahan Allah juga memberikan Rohmat dan Barokah), menoleh kearah kanan berarti mendoakan kepada masyarakat yang baik, semoga lestari kebaikannya, menoleh kekiri berarti mendoakan kepada masyarakat yang kurang baik, mudah-mudahan bisa berubah menjadi baik, kalau mengaku sholat lalu mengapa sikapnya brutal, lalu dimana salamnya?? Setiap akan berbuat kebaikan kita Umat Islam selalu diajarkan untuk membacaBismillaahirohmaanirrohiim terlebih dahulu, Allah sama sekali tidak mengambil manfaat dari bacaan Bismillah kita tersebut, lalu mengapa kita diperintah membaca Bismillah?? Yakni agar Rohman Rohimnya Allah itu merasuk kepada diri kita, agar kita menjadi orang yang penuh kasih sayang, tidak bengis, brutal atau merusak, penyerangan itukan bukti kebengisan dan kebrutalan. Kita setiap harikan membaca 2 Syahadat, Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan lainnya Allah dan kami bersaksi bahwasanya Muhammad adalah Rosululloh, utusan Allah, diutus untuk apa? Diutus untuk Rohmatan lil’aalamiin, Rohmat sekalian alam, terus kita yang mengaku sebagai umat Muhammad masak tidak Rohmatan lil’aalamii?? Inikan aneh mengaku umat Muhammad, tapikelakuannya jauh dari Rohmatan lil’aalamiin. Menurut mereka Rosululloh itu keras kepada orang kafir, dalilnya: Asyiddaa-u alal kufaari, sebenarnya yang dimaksud kufaari disini bukan orangnya tapi aqidahnya. Yang lebih aneh lagi, dalam satu kesempatan diTV, penulis melihat Habib Rizik Syihab pasca penyerangan di Monas mengatakan “FPI setuju Kebebasan Beragaman tapi FPI tidak setuju dengan Penistaan terhadap agama”, kalimat Allohu Akbar itukan kalimat suci, kalimat yang agung, tapi mengapa setiap kali melakukan kekerasan, merusak, menganiaya, mereka selalu meneriakkan kalimat kalima suci Allohu Akbar, apakah ini bukan satu bentuk penistaan/pelecehan terhadap agama Islam??? Titel atau derajat Habib itu sejatinya tidak berhubungan dengan keturunan Rosululloh atau bukan, menurut AlQur’an jikalau kita mau betaubat maka kita akan mendapatkan derajatHabibulloh (kekasih Allah) Innallooha Yuhibbut Tawwaabiin (Allah itu menyukai orang-orang yang bertaubat). Apalagi dalam budaya Arab, silsilah/keturunan seseorang itu ikut ayahnya, maka dibelakang nama orang Arab pada umumnya setelah bin itu pasti ada nama ayahnya, sedangkan kita tahu Rosululloh tidak mempunyai anak lelaki yang meneruskan keturunannya. Masalah Atribut/Penampilan itukan semua orang juga bisa, sorban tinggal beli dipasar, kemudian jenggot dipanjangkan, ya udah beres, malah yang bikin penulis geli, bukankah semua musuh Nabi pada zaman itu, Abu Jahal, Abu lahab, dll semuanya juga berpenampilan seperti itu (memakai sorban, jenggot,dll) Lhawong pakaian dan penampilannya orang Arab memang seperti itu. Masih menunggu Janji Presiden yang akan membubarkan ormas anarkis. Dan Islam itu Rohmatan lil Alamin bukan La’natal lil Alamiin. Diambil dari Kompasiana.com Laporkan Tanggapi Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini
0
2
Dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah ‘hablumminallah’ dan ‘hablumminannas’, bahwa ketika mereka menyebut ‘hablumminallah’ itu berarti suatu perbuatan yang semata-mata hubungan antara hamba kepada Allah, sebaliknya kalau menyangkut ‘hablumminannas’ artinya suatu perbuatan yang terkait dengan sesama manusia, misalnya soal berbuat baik, hukum pidana dan perdata, aturan kesopanan berpakaian dan bertingkah-laku, hidup bertetangga, sampai kepada aturan bernegara dan hubungan sosial bermasyarakat pada umumnya......, jadi jgn campuradukkan makna masing2 dari kedua istilah itu........
2
3
harus nya indonesia sudah harus sadar bahwa siapa saja yang akan membawa indonesia lebih bagus harus di beri kesempatan, bukan harus mempersalahkan agama.seolah-olah agama muslim yang paling benar, kita manusia ini blom tau kiata masuk surga atau neraka, Lihat tuh para Politikus itu banyak yg bergama muslim tapi korupsinya luar biasa. sebagai contoh paling besar mantan ketua umum PKS
0
2
pemimpin selama dia memimpin dengan baik,menjalani tugasnya dengan baik,melayani,mengayomi masyarakat dengan baik,mau mendengar keluhan rakyatnya, amanah dan tidak merusak kepercayaan masyarakar apalagi korupsi lebih lagi dia melakukan yang terbaik untuk masyarakat dan bekerja dengan sungguh tidak hanya di belakang meja tanpa memandang SUKU,AGAMA,RAS dan ANTAR GOLONGAN dan GENDER, kenapa harus di persoalkan, toh kalau dia berbuat tidak baik atau berbuat SARA dengan sendirinya masyarakat tau kok, sekarang masyarakat cerdas untuk memilih sp yang pantas memimpin,yang terlalu melihat pemimpin dari sisi SUKU maupun AGAMA mungkin belum begitu memahami arti kebersamaan,...ingatt ini memimpin negara atau wilayah,yang di cari yang bisa melayani dengan baik pada yang di pimpin tanpa memandang SARA,lain halnya dengan memimpin atau menjadi imam suatu agama pastilah yang sesuai keyakinan kalau beda keyakinan wajar jika PROTES atau DEMO....*asallamualaikum WR.WB
0
22
emang repot di Endonesa kita ini..Mayoritas Muslim tak faham bahasa Arab..di eja eja di hafal hafal....lupa lagi.. kesibukannya meng eja eja huruf huruf Arab.. Pernah terjadi tawuran gara gara ada koran Arab tersobek..dikira ayat suci, padahal reklame sabun cuci... Pengumuman2 di Airport Kualalumpur dalam bahasa Arab, juga dikira berdoa..padahal isinya, awas hati2 jangan tinggalkan barang bawaan tanpa pengawasan... Ketidak tahuan masyarakat desa dan kampung ini sering dimanfaatkan oleh orang2 pinternya IslamFanatik..Orang2 ini PINTER MINTERI orang bodoh..
Selanjutnya
Wajib Baca!
X