indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Konvoi Jeep Mewah FPI Menuai Kritik di Twitter

Konvoi  Jeep Mewah FPI Menuai Kritik di Twitter

Dengan menaiki kendaraan terbuka Ketua FPI Rizieq Shihab bersama rombongan melakukan konvoi di Jalan Gatot Soebroto,Jakarta (25/08). TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - Aksi konvoi Front Pembela Islam pada Ahad, 25 Agustus 2013, di jalanan Jakarta menuai kecaman pubilk. Kali ini bukan soal onar yang dibuat, tapi lantaran FPI menggunakan mobil mewah Jeep Rubicon untuk berkonvoi. Reaksi publik tersebut dituangkan lewat media sosial Twitter.

“Dear #fpi, Jaman nabi tidak ada mobil utk syiar, mereka naik onta. Maka naiklah onta. Bukan rubicon,” kicau jenaka Windra Arie dalam akun Twitter-nya @Windra_Arie, hari ini, Senin, 26 Agustus 2013.

Komentar sinis pun juga terlontar dari akun Twitter @ayahnya_faris. “#FPI pake mobil keren aja rame.. :) Coba undang KPK suruh telusuri daftar kekayaan FPI. Abis itu ke @ulil, inget.. dia punya Rubicon kuning” tulisnya.

Jeep Rubicon putih yang dikendarai Rizieq, ketua FPI yang baru saja dinobatkan sebagai Imam Besar FPI seumur hidup dalam Munas III FPI pada Minggu, 25 Agustus 2013, bernomor polisi B 1 LPI.

Sejumlah orang pun menilai FPI tidak konsisten atas prinsip anti-Amerika-nya. Pasalnya, mobil tersebut produksi Amerika Serikat.

Aktivis sosial Fadjroel Rahman pun mengkritik melalui akun Twitter-nya @fadjroeL, “Keren juga kalau di-sweeping rizieq dgn jeep amrik Rp 1 M, hehe orang kaya kerjanya sweeping dan berantem”.

Kritik serupa juga dilontarkan pemilik akun @BANGPROSSA, “ketika #FPI bergaya di atas mobil produksi negeri kafir”.

NURUL MAHMUDAH



Topik terhangat:
Konser Metallica
| Suap SKK Migas | Sisca Yofie | Rusuh Mesir | Konvensi Partai Demokrat



Berita terpopuler:


Metallica Hanya Minta 7 Pertanyaan
Undang Metallica, Setiawan Djodi Dimarahi Pak Harto
Metallica Cuci Muka di Hotel Bidakara
Jokowi Datang, Penonton Metallica Heboh
Nonton Metallica, Jokowi Dikawal Provos

Baca Juga

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X