indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Regulasi Diganti, Semua Bisa Impor Kedelai

Regulasi Diganti, Semua Bisa Impor Kedelai

Seorang petugas saat menunjukan kedelai impor asal Amerika sebanyak 145 ribu ton yang sudah membusuk di gudang Krakatau Industrian Estate Cilegon, Banten, Jawa Barat, Rabu (5/7). TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perdagangan Gita Wirjawan akan segera mengubah aturan importir terdaftar (IT) menjadi importir umum (IU). Hal ini, sesuai dengan arahan Wakil Presiden Boediono. "Arahan Wapres dalam sidang kabinet terbatas, Peraturan Menterinya akan saya revisi pekan ini," ujarnya, Kamis 19 September 2013.

Dengan perubahan itu, maka semua importir boleh mendatangkan kedelai dari luar negeri, tidak terbatas pada importir tertentu. Artinya, semakin banyak yang bisa memasok kedelai ke tanah air, diharapkan stabilisasi harga kedelai bisa tercapai. “Jadi nanti siapa saja mau impor boleh. Semakin banyak yang memasok, semakin bisa kita menjaga stabilisasi,” katanya.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi menyatakan, kebijakan yang diambil kali ini mirip dengan yang terjadi pasca krisis 1998. Saat itu, sebagai salah satu syarat pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF), pemerintah Indonesia harus membebaskan impor kedelai yang sebelumnya dimonopoli oleh Bulog. "Dibebaskan seperti itu," katanya.

Untuk bisa mengimpor kedelai, kata Bachrul, nantinya perusahaan cukup memiliki nomor pokok importir khusus (NPIK). Persyaratannya antara lain; surat permohonan tertulis tentang dokumen yang diajukan, fotokopi nomor pokok wajib pajak, surat izin usaha perdagangan, fotokopi angka pengenal importir dan pas foto penanggung jawab perusahaan.

Dalam surat permohonan itu pun, importir hanya perlu mencantumkan jumlah, asal negara dan waktu kedelai akan didatangkan. Sementara pelabuhan kedatangannya tak dibatasi.

Persyaratan tersebut terbilang sangat mudah dibanding persyaratan untuk menjadi importir terdaftar (IT) yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 45 tahun 2013. Sebab, selain persyaratan yang umum, dalam beleid itu disebutkan bahwa untuk menjadi importir terdaftar perusahaan harus membuktikan kapasitas gudang yang dimiliki, menunjukkan pengalaman dalam impor/distribusi kedelai selama 3 tahun dan siap ikut serta dalam program stabilisasi harga kedelai pemerintah.

PINGIT ARIA
Topik Terhangat:
Tabrakan Anak Ahmad Dhani |Penembakan Polisi| Miss World| Misteri Sisca Yofie| Info Haji

Berita Terpopuler:

Enam Jenis Ikan yang Sebaiknya Dihindari
Rusak Pengadilan, Ketua Pemuda Pancasila Ditangkap
SBY: Di Dunia, Hanya Indonesia Izinnya Berbelit
Pengusaha Minta Jokowi Tak Stop Mal di Jakarta
M.S. Hidayat: Saya Penyebab Kemacetan Jakarta