Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Angin Kencang, Lereng Slamet Hujan Debu  

image-gnews
Sejumlah murid SD Dawuhan 2, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah menggunakan masker saat belajar di sekolahnya, Sabtu 13September 2014. Pihak sekolah mewajibkan murid memakai masker untuk meminimalisir gangguan ISPA dampak abu vulkanik Gunung Slamet. TEMPO/Budi Purwanto
Sejumlah murid SD Dawuhan 2, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah menggunakan masker saat belajar di sekolahnya, Sabtu 13September 2014. Pihak sekolah mewajibkan murid memakai masker untuk meminimalisir gangguan ISPA dampak abu vulkanik Gunung Slamet. TEMPO/Budi Purwanto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Warga di lereng Gunung Slamet tetap mengenakan masker meski aktivitas vulkanis gunung tertinggi di Jawa Tengah itu telah menurun sejak akhir pekan lalu. Hujan debu melanda wilayah ini karena angin yang bertiup kencang. Namun puncak kawah gunung itu sudah tidak menyemburkan abu vulkanis.

"Sudah dua bulan tidak turun hujan. Debu tebal langsung beterbangan tiap ada angin kencang," kata Puji, 50 tahun, penjaga SD Negeri Dawuhan II, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, pada Selasa, 16 September 2014.

Dawuhan berada di lereng Gunung Slamet sisi barat, sekitar 7 kilometer dari puncak kawah. Adapun dari pusat Kabupaten Brebes berjarak sekitar 70 kilometer, membutuhkan perjalanan sekitar tiga jam karena rusak parahnya jalan. (Baca: Gunung Slamet Siaga, Masyarakat Jangan Panik)

Dari pantauan Tempo, debu yang diterbangkan angin kencang tiap siang dan malam itu tidak hanya menumpuk di lantai teras SDN Dawuhan II. Debu juga mengotori lantai, meja, dan kursi di ruang-ruang kelas dan ruang guru.

Untuk mencegah agar debu tak mengganggu kegiatan belajar, pihak sekolah mengalirkan air ke halaman menggunakan selang. Sebelum bel tanda pelajaran dimulai, para siswa juga bergotong-royong membersihkan ruang kelasnya.

Guru SDN Dawuhan II, Astri Anggraeni, mengatakan masker gratis dibagikan kepada 200-an siswanya pada awal pekan lalu. "Saat itu letusan Gunung Slamet sedang besar-besarnya. Meski tipis, abu vulkanisnya bikin sesak napas," kata guru kelas V itu.

Karena sudah kotor oleh abu vulkanis, masker hijau dari pemerintah itu pun ditanggalkan para siswa. Kini mereka memakai masker berbahan kain tebal yang bisa dicuci setelah dipakai. "Dibelikan ayah di Kota Brebes," kata siswa kelas IV yang mengenakan masker bermotif tokoh film kartun.

Pembina Setia Budi Pencinta Alam (Stapala) Brebes, Fauzan, mengatakan angin kencang mulai melanda lereng Gunung Slamet sejak Sabtu pekan lalu. "Biasanya tiap pagi dan malam. Kalau sedang dalam perjalanan pada malam hari, jarak pandang hanya 1 meter. Tebalnya debu tidak tertembus lampu sorot," katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Fauzan menambahkan, kencangnya angin juga merobohkan satu tenda milik Komando Rayon Militer Pulosari di halaman Pos Pengamatan Gunung Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Ahad lalu. Pos pengamatan itu berada di lereng sisi utara, sekitar 9,5 kilometer dari puncak.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tegal, Hendy Andriyanto, mengatakan kencangnya angin di lereng Gunung Slamet disebabkan pertumbuhan awan di puncaknya. "Angin kencang itu hanya kejadian lokal di lereng Gunung Slamet," kata Hendy saat dihubungi.

Hendy menuturkan erupsi Gunung Slamet tidak berdampak pada cuaca secara global. "Kalaupun erupsi berpengaruh pada cuaca, perubahannya hanya terjadi dalam radius 4 kilometer dari puncak gunungnya," ujar Hendy.

DINDA LEO LISTY

Berita Terpopuler
Pengamat: Kabinet Jokowi Lebih Reformis dari SBY
Begini Arsitektur Kabinet Jokowi-JK 
Sore Ini, Kabinet Jokowi Diumumkan 
Waspada, 48 Anggota Parlemen Terduga Korupsi  

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

AHY Tinjau Lahan untuk Relokasi Pengungsi Erupsi Gunung Ruang, Pastikan Administrasi Tak Bermasalah

13 hari lalu

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertolak ke Bandara Gorontalo. Dok: BPN.
AHY Tinjau Lahan untuk Relokasi Pengungsi Erupsi Gunung Ruang, Pastikan Administrasi Tak Bermasalah

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY berangkat ke Bandara Gorontalo, Sulawesi Utara pada Ahad dini hari, 5 Mei 2024. AHY akan mengunjungi calon lahan relokasi warga pengungsi yang terdampak semburan abu vulkanik Gunung Ruang, Tagulandang, Sulawesi Utara.


3 Perbedaan Gunung Ruang dan Gunung Raung

22 hari lalu

Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut meletus pada pukul 19.19 WITA. ANTARA/Foto diambil dari grup percakapan 'Info Gunung Api Sitaro'.
3 Perbedaan Gunung Ruang dan Gunung Raung

Dengan perbedaan signifikan dalam lokasi, aktivitas vulkanik, dan dampak lingkungan, Gunung Ruang dan Gunung Raung menunjukkan perbedaannya.


Sekilas Nama Mirip, Jangan Salah Bedakan Gunung Ruang dan Gunung Raung

22 hari lalu

Foto handout yang disediakan oleh Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (BASARNAS) menunjukkan asap dan abu erupsi Gunung Ruang dilihat dari desa Tagulandang, Sulawesi Utara, Indonesia, 19 April 2024. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) Kementerian ESDM melaporkan Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, meletus pada 16 April malam. Akibat letusan Gunung Ruang, 272 KK atau sekitar 828 jiwa dievakuasi. EPA-EFE/BASARNAS
Sekilas Nama Mirip, Jangan Salah Bedakan Gunung Ruang dan Gunung Raung

Gunung Ruang dan Gunung Raung, meskipun memiliki nama yang mirip merupakan dua gunung berapi yang berbeda.


Terkini: Bandara Sam Ratulangi Masih Ditutup hingga Senin, Sri Mulyani Siapkan Strategi Jaga Rupiah

26 hari lalu

Gunung Raung terlihat mengeluarkan abu vulkanik ketika kapal penyebrangan yang mengangkut pemudik  di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, 12 Juli 2015. Pemudik lebih banyak memilih mudik dengan jalur darat laut dikarenakan Gunung Raung terus bererupsi. TEMPO/Johannes P. Christo
Terkini: Bandara Sam Ratulangi Masih Ditutup hingga Senin, Sri Mulyani Siapkan Strategi Jaga Rupiah

Penutupan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara diperpanjang hingga Senin, 22 April 2024 akibat erupsi Gunung Ruang.


Seluruh Penerbangan Wings Air Ternate-Manado Tidak Dioperasikan

29 hari lalu

Pesawat Wings Air. Dok. Lion Air Group
Seluruh Penerbangan Wings Air Ternate-Manado Tidak Dioperasikan

Seluruh aktivitas penerbangan pesawat Wings Air rute Ternate - Manado PP pada Kamis tidak dioperasikan pasca Gunung Raung erupsi.


Antisipasi Efek Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, BRIN Gelar Operasi TMC

24 Februari 2023

Tim BRIN dan BMKG memantau citra radar BMKG yang menjadi rangkaian operasi TMC yang dilaksanakan di Lanud Adi Soemarmo Solo di Boyolali, Jumat, 24 Februari 2023.TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Antisipasi Efek Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, BRIN Gelar Operasi TMC

BRIN dan BMKG menggelar Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah untuk mengantisipasi efek Cuaca Ekstrem.


Perkebunan Glenmore, Secuil Jejak Skotlandia di Ujung Timur Jawa

31 Desember 2022

Ketel uap Ruston Proctor & Co berdiri di depan pabrik Perkebunan PT Glenmore di Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu 31 Desember 2022. Mesin uap asal Inggris ini saksi bisu kejayaan pabrik  yang didirikan oleh pengusaha asal Skotlandia, Ros Taylor pada 1920. TEMPO/ Diananta Putra Sumedi
Perkebunan Glenmore, Secuil Jejak Skotlandia di Ujung Timur Jawa

Perkebunan Glenmore tempat mereka bekerja itu berada di Desa Margomulyo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.


Beji Antaboga, Wisata Religi 5 Agama di Kaki Gunung Raung

22 Desember 2022

Kawasan Beji Antaboga di Banyuwangi. Dok. pgi.or.id
Beji Antaboga, Wisata Religi 5 Agama di Kaki Gunung Raung

Beji Antaboga dapat ditempuh dua jam perjalanan dari pusat Kota Banyuwangi.


Status Gunung Raung Naik Jadi Waspada, Ini Penjelasan Bahayanya

29 Juli 2022

Visual Gunung Raung pada Jumat, 29 Juli 2022, Pukul 06.00 WIB. Badan Geologi menaikkan status gunung di Jawa Timur ini dari Normal menjadi Waspada. (Dokumentasi Badan Geologi)
Status Gunung Raung Naik Jadi Waspada, Ini Penjelasan Bahayanya

Badan Geologi akhirnya menaikkan status aktivitas Gunung Raung di Jawa Timur dari Normal menjadi Waspada hari ini, Jumat 29 Juli 2022.


Berstatus Normal, Gunung Raung Tiba-tiba Erupsi

28 Juli 2022

Gambar Gunung Raung diambil Kamis, 28 Juli 2022, pukul 05.23 WIB. Gunung tersebut sempat erupsi tiba-tiba pada Rabu, 27 Juli 2022, pukul 17.19 WIB menghasilkan kolom abu setinggi 1.500 meter dari kawah gunung tersebut. (Magma Indonesia/PVMBG).
Berstatus Normal, Gunung Raung Tiba-tiba Erupsi

Erupsi Gunung Raung bukan disebabkan aktivitas pergerakan magma.