Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membacakan sebuah catatan dari pesan WhatsApp, yang dikirim sahabatnya, saat memberikan sambutan di Pasar Mayestik, Selasa, 19 Desember 2017. Anies meresmikan pasar rakyat dan UMKM go digital di Pasar Mayestik.
Anies menyampaikan dia menerima pesan dari sahabat sekaligus seniornya, yang menceritakan pengalaman berbelanja pada beberapa orang di Pasar Mayestik. "Kak Linda Jalil, yang ada di sini orangnya," ujarnya sambil menunjuk sisi kanan tamu yang hadir, Selasa, 19 Desember 2017.
"Beliau cerita, ada langganannya sejak 1983 di pasar ini, namanya Bu Hadi, tukang jamu; ada Encing Fani, tukang beras; ada Ibu Tria, yang dagang gudeg; dan Koh Ahim, dagang sembako beras," ujarnya sambil membaca layar smartphone di genggamannya.
Baca: Anies Baswedan Batalkan Perayaan Natal di Monas
Saat ini, kata Anies, Pasar Mayestik telah menjadi pasar yang go digital. Artinya, pasar tradisional itu telah menyesuaikan perkembangan zaman. Kini, sistem pembayaran di Pasar Mayestik tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan nontunai. Perubahan ini diharapkan dapat mempermudah pembeli dan penjual melakukan transaksi.
Anies membayangkan Ibu Hadi, Encing Fani, Ibu Tria, dan Koh Ahim, yang sudah berjualan sejak 1983 hingga sekarang. Itu berarti mereka sudah 34 tahun berjalan melewati proses perekonomian yang panjang.
"Mereka adalah pelaku nyata perekonomian Jakarta. Hari ini, kita semua menyiapkan untuk mereka bisa go digital sehingga mudah-mudahan ini bukan hanya akan mengubah nasib," ucap Anies Baswedan. "Mereka juga akan menjadi contoh di banyak tempat di Jakarta dan juga di seluruh Indonesia."
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini