Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang ingin menurunkan berat badan. Namun ada juga yang merasa kurus dan justru kesulitan menaikkan berat badan meski mengaku sudah makan banyak.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Untuk menentukan tubuh Anda termasuk kurus atau tidak, ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Misalnya dengan menggunakan indeks masa tubuh (IMT), yaitu membandingkan berat badan dengan tinggi badan. Jika nilai indeks masa tubuh di bawah 18,5 maka tergolong berat badan kurang. Selain itu, cek pula kondisi-kondisi yang mungkin jadi penyebab badan kurus dan sulit mencapai berat badan ideal.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Kondisi kekurangan berat badan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari penyakit, gaya hidup, faktor psikologis atau faktor genetik. Berikut ini beberapa hal yang biasanya menjadi penyebab badan kurus.
1. Hipertiroid
Tiroid adalah kelenjar yang berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon tiroid diproduksi dalam jumlah normal, metabolisme akan berjalan lancar. Kelenjar tiroid bisa menjadi terlalu aktif sehingga memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Kondisi ini disebut hipertiroid. Salah satu gejalanya adalah penurunan berat badan yang signifikan walaupun penderitanya banyak makan.
Hipertiroid sebagai penyebab badan kurus biasanya juga disertai gejala-gejala lain, seperti keringat yang berlebihan, kenaikan suhu tubuh, dan jantung berdetak lebih kencang walau tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat.
2. Tuberkulosis
Saat ini, Indonesia menjadi negara dengan angka penderita tuberkulosis (TB) nomor tiga terbanyak di dunia. TB adalah salah satu penyakit yang bisa menjadi penyebab badan kurus secara berlebihan. Gejala penyakit yang juga dikenal dengan singatan TBC ini bisa berupa penurunan berat badan secara cepat, batuk-batuk berkepanjangan, berkeringat di malam hari, cepat lelah, dan lesu.
3. Faktor genetik
Ada orang-orang yang memiliki IMT rendah karena memang demikianlah ciri fisik dari kebanyakan anggota keluarganya. Secara alami, mereka memiliki bentuk tubuh kurus, atau mempunyai metabolisme yang tinggi karena keturunan, sehingga tetap saja bertubuh kurus meski asupan gizinya cukup dan porsi makannya banyak.
4. Diabetes
Meskipun banyak penderita diabetes yang obesitas atau kelebihan berat badan, ternyata penyakit ini juga bisa menyebabkan penurunan berat badan yang berlebihan. Sebagai akibatnya, pengidapnya akan berbadan kurus. Gejala diabetes yang harus diwaspadai adalah mudah lapar, mudah haus dan sering buang air kecil.
5. Gangguan pada sistem pencernaan
Beberapa penyakit yang menyerang sistem pencernaan bisa mengakibatkan tubuh yang tidak dapat menyerap gizi dengan baik meski asupan gizi dari makanan sudah cukup. Karena itu, pengidap penyakit pencernaan jadi bertubuh kurus. Crohn’s disease dan celiac disease merupakan dua contoh gangguan pencernaan tersebut.
6. Gaya hidup
Faktor gaya hidup bisa mencakup pola makan dan pola aktivitas. Orang-orang yang pola makan yang kurang seimbang, mungkin saja mengalami kurang gizi hingga badannya kurus. Demikian juga pada orang yang terlalu banyak melakukan olahraga kardio dengan intensitas tinggi. Mereka bisa membakar terlalu banyak kalori dalam tubuhnya, sehingga jumlahnya tidak terkejar oleh kalori yang masuk lewat asupan makanan.
7. Gangguan psikologis
Stres berat dan depresi yang berkepanjangan seringkali membuat pengidapnya kehilangan nafsu makan. Kondisi ini kemudian membuat badan penderita menjadi kurus. Beberapa obat antidepresan juga memiliki efek samping menekan nafsu makan atau memicu gangguan pencernaan, sehingga timbangan penderita pun bisa turun.