Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengakui bahwa sebagian rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota telah penuh. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sulung mengatakan untuk tingkat keterisian tempat tidur isolasi per 15 Januari kemarin telah mencapai 88 persen.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Akan halnya tingkat keterisian tempat tidur unit perawatan intensif atau ICU sebanyak 82 persen. "Sebagian memang telah penuh. Dari data itu bisa juga diartikan dari 100 rumah sakit yang ada berarti 88 rumah sakit sudah penuh," kata Sulung saat dihubungi, Sabtu, 16 Januari 2021. Pemerintah DKI menyiapkan 101 rumah sakit rujukan Covid-19.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik disini
Pemerintah terus menambah tempat tidur isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19. Saat ini total bangsal isolasi terdapat 7.780 tempat tidur, dan telah terisi 6.773 tempat tidur.
Ruang ICU terisi 846 dari total 1.026 tempat tidur. "Beberapa hari terakhir persentase keterisian ICU menurun karena ada penambahan."
Meski pemerintah terus menambah tempat tidur isolasi dan ICU, kata Sulung, jumlah pasien terus bertambah. Menurut dia, tingkat keterisian rumah sakit rujukan cukup tinggi sejak akhir tahun kemarin. "Sebelum libur Natal sudah meningkat jumlah pasien yang masuk."
Pemerintah DKI, kata dia, terus berusaha menambah rumah sakit rujukan untuk mengimbangi lonjakan pasien yang cukup tinggi beberapa pekan terakhir. Rumah sakit rujukan hanya dikhususkan untuk merawat pasien dengan gejala sedang, berat dan kritis. "Kalau masih ringan bisa isolasi mandiri selama 14 hari," ujarnya.