Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Di makam Imam Ali di Najaf, Irak selatan, Naji Abid Ondah, 54 tahun, larut dalam doa. Guru mengaji asal Hilla ini mengadukan nasib ne-gerinya. ”Kami (Syiah) mayoritas, tapi kenapa dipimpin Amerika dan orang-orang di luar kami?” Isi doa Abid, ayah tiga anak itu, mungkin mewakili pikiran sebagian besar kaum Syiah di Irak sejak kekuasaan Saddam Hussein ditumbangkan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya pada April 2003.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo